Toba, Redaksisatu.Id.batubara — Institut Teknologi Del menggelar sosialisasi platform pertanian berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Juma AI kepada pemerintah daerah di kawasan Danau Toba, Jumat (27/03/2026). Kegiatan ini dilakukan secara daring melalui Zoom dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian.
Juma AI menjadi fokus utama dalam sosialisasi tersebut sebagai solusi digital untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan data pertanian. Kegiatan ini dihadiri perwakilan Kementerian Pertanian Republik Indonesia serta pemerintah daerah dari sejumlah kabupaten, seperti Tapanuli Utara, Toba, Humbang Hasundutan, Samosir, Karo, Tapanuli Tengah, Simalungun, dan Pakpak Bharat.
Dari pihak IT Del, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Arnaldo Marulitua Sinaga bersama jajaran pimpinan kampus, termasuk wakil rektor dan tim pengembang platform Juma AI.
Dalam pemaparannya, tim IT Del menjelaskan bahwa Juma AI merupakan sistem intelijen laporan pertanian yang menggabungkan data lapangan dengan teknologi kecerdasan buatan. Sistem ini dirancang untuk mengumpulkan laporan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), mulai dari aktivitas pertanian, kondisi lahan, hingga berbagai kendala yang dihadapi petani.

Teknologi yang digunakan dalam platform ini berbasis message queue, sehingga mampu menghimpun dan mengelola data secara terintegrasi dan real-time dari berbagai wilayah. Hal ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat di sektor pertanian.
Saat ini, Juma AI masih berada pada tahap sosialisasi. Implementasi platform akan dilakukan secara bertahap di sejumlah kabupaten yang telah terlibat dalam kegiatan ini.
Melalui kolaborasi antara IT Del, pemerintah daerah, dan Kementerian Pertanian, diharapkan transformasi digital di sektor pertanian, khususnya di kawasan Danau Toba, dapat berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat nyata bagi petani. (Red/Rel).

