Starling Ramadan 1447 H, Kemenag dan TNI AD Perkuat Persatuan Lewat Tarawih Keliling

Jakarta — Starling Ramadan 1447 H kembali digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) di Jakarta, Kamis (26/2/2026). Kegiatan Salat Tarawih Keliling ini menjadi bagian dari penguatan ketahanan sosial keagamaan sekaligus mempererat silaturahmi kebangsaan.

Starling Ramadan 1447 H tidak hanya berisi ibadah bersama di masjid. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa program ini menjadi ruang pertemuan antara negara dan umat dalam merawat persatuan melalui pendekatan spiritual.

Menurut Abu Rokhmad, Tarawih Keliling menghadirkan makna kebersamaan dan kepedulian sosial. Ia menyebut kegiatan ini sebagai sarana memperkuat persatuan sekaligus menghadirkan keberkahan di bulan suci.

Ia menjelaskan, sinergi antara Kementerian Agama dan TNI AD menunjukkan bahwa ketahanan bangsa dibangun tidak hanya dari sisi pertahanan dan keamanan, tetapi juga melalui penguatan nilai agama, moral, dan kerukunan. TNI menjalankan fungsi menjaga stabilitas wilayah, sementara Kementerian Agama memperkuat stabilitas batin dan harmoni sosial masyarakat.

Kolaborasi ini dinilai sebagai bagian dari upaya bersama menuju Indonesia Emas 2045. Ramadan dipandang sebagai momentum strategis untuk menghadirkan suasana yang menyejukkan dan mempersatukan seluruh elemen bangsa.

Melalui Starling, interaksi langsung antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dapat terjalin. Program ini juga memperkuat kolaborasi di daerah, termasuk sinergi antara penyuluh agama Islam dan unsur TNI dalam membangun toleransi serta mencegah potensi konflik sosial.

Mewakili Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Sekretariat Umum TNI AD Budijanto menyampaikan bahwa keterlibatan TNI AD dalam Starling merupakan bentuk dukungan terhadap pembangunan karakter bangsa melalui pendekatan keagamaan.

Menurutnya, Ramadan menjadi momentum penting untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah. Kehadiran negara dalam memfasilitasi ibadah umat disebut sebagai bagian dari pelayanan publik yang menyentuh aspek spiritual dan kebangsaan.

Melalui Starling Ramadan 1447 H, pemerintah berharap nilai-nilai keagamaan tidak hanya hadir di ruang ibadah, tetapi juga menguat dalam kehidupan sosial dan kebangsaan sebagai fondasi persatuan. (Sc).

Sumber: Kementrian Agama.

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news