Lonjakan Kapal Pesiar 2025 Tembus 215 Kunjungan, Pelindo Optimistis Pariwisata Bahari Indonesia Makin Bersinar

Jakarta — Kapal pesiar yang bersandar di berbagai pelabuhan Indonesia mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencatat sebanyak 215 kunjungan kapal pesiar dengan total 424.507 penumpang melalui terminal penumpang yang dikelola perusahaan.

Kapal pesiar tersebut membawa ratusan ribu wisatawan mancanegara yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata unggulan di Indonesia. Kehadiran wisatawan ini memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di berbagai wilayah.

Peningkatan kunjungan kapal pesiar ini menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2023 tercatat sebanyak 149 kunjungan kapal pesiar. Jumlah tersebut meningkat menjadi 190 kunjungan pada tahun 2024 dan kembali bertambah menjadi 215 kunjungan pada tahun 2025.

Pertumbuhan tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu tujuan penting dalam jaringan pelayaran kapal pesiar internasional. Kedatangan wisatawan melalui kapal pesiar juga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat di destinasi wisata seperti Bali, kawasan Nusa Tenggara, hingga Sulawesi.

Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, mengatakan peningkatan jumlah kunjungan kapal pesiar menunjukkan meningkatnya kepercayaan industri pelayaran internasional terhadap kualitas layanan dan kesiapan infrastruktur pelabuhan di Indonesia.

Menurut Ali, tren positif ini menjadi bukti bahwa Indonesia semakin diperhitungkan sebagai destinasi wisata kapal pesiar dunia. Selain itu, kualitas pelayanan pelabuhan yang dikelola Pelindo dinilai mampu memenuhi standar layanan internasional.

Pelindo juga terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, operator kapal pesiar, agen perjalanan wisata, serta pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut bertujuan untuk memastikan setiap kunjungan kapal pesiar memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

Salah satu pelabuhan yang menjadi kontributor utama kunjungan kapal pesiar adalah Pelabuhan Benoa di Bali. Sepanjang tahun 2025, pelabuhan ini mencatat 65 kunjungan kapal pesiar dengan total 146.105 penumpang.

Tingginya jumlah kunjungan tersebut menunjukkan kepercayaan operator kapal pesiar internasional terhadap kapasitas dan kualitas layanan Pelabuhan Benoa sebagai gerbang utama wisata bahari di Indonesia.

Untuk memperkuat peran tersebut, Pelindo terus mempercepat pengembangan kawasan pelabuhan melalui proyek Bali Maritime Tourism Hub (BMTH). Proyek ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas sandar kapal pesiar berukuran besar serta membuka peluang hadirnya lebih banyak rute pelayaran internasional menuju Bali.

Direktur Pelaksana Destination Asia, Ketut Yasa, menyampaikan bahwa pengembangan infrastruktur yang dilakukan Pelindo memberikan dampak besar bagi pelayanan kapal pesiar di Indonesia.

Menurutnya, pendalaman alur pelayaran, perpanjangan dermaga di Pelabuhan Benoa, serta pengoperasian Terminal Gilimas telah memungkinkan kapal pesiar berukuran besar dengan panjang hingga 347 meter untuk bersandar di pelabuhan Indonesia.

Ia menilai pengembangan tersebut turut meningkatkan dampak ekonomi dari kunjungan wisatawan kapal pesiar karena semakin banyak kapal berukuran besar yang dapat berlabuh di Indonesia.

Memasuki tahun 2026, prospek industri kapal pesiar di Indonesia diperkirakan tetap menunjukkan tren positif. Hingga awal tahun, ratusan kunjungan kapal pesiar telah dijadwalkan dan mendapatkan persetujuan untuk bersandar di sejumlah pelabuhan yang dikelola Pelindo.

Hal ini menunjukkan kepercayaan yang terus berlanjut dari pelaku industri kapal pesiar terhadap kesiapan infrastruktur, standar pelayanan, serta keamanan pelabuhan di Indonesia.

Ali Sodikin menegaskan bahwa Pelindo akan terus mengelola pelabuhan secara terintegrasi serta memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendukung pertumbuhan industri kapal pesiar yang berkelanjutan.

Menurutnya, upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas maritim Indonesia sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah di berbagai wilayah. (SH)

Sumber: PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news