Aceh Utara, Redaksisatu.Id.Batubara — Jembatan Bailey di Desa Lhok Cut, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, menjadi perhatian Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. Kapolda bersama sejumlah pejabat terkait turun langsung meninjau kondisi jembatan tersebut pada Sabtu sore (14/03/2026).
Jembatan Bailey tersebut merupakan infrastruktur penting yang digunakan masyarakat sebagai akses utama penghubung antar desa di wilayah tersebut. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi jembatan tetap aman digunakan oleh warga.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Aceh didampingi oleh Dansat Brimob, Kapolres Lhokseumawe, serta Camat Sawang. Rombongan meninjau langsung kondisi konstruksi jembatan serta perkembangan pekerjaan pada akses jalan penghubung menuju jembatan.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, pembangunan Jembatan Bailey sebelumnya telah selesai dengan capaian 100 persen. Pekerjaan tersebut mencakup pembangunan pondasi atau bantalan jembatan serta pemasangan konstruksi utama Jembatan Bailey.
Proses pembangunan jembatan itu sendiri dilaksanakan selama 43 hari hingga seluruh struktur utama dapat difungsikan. Keberadaan jembatan tersebut sangat penting karena menjadi jalur utama bagi masyarakat di empat desa yang berada di sekitar lokasi.
Menurut Kabid Humas, jembatan tersebut dimanfaatkan oleh sekitar 1.354 kepala keluarga untuk berbagai aktivitas sehari-hari. Akses tersebut digunakan oleh petani untuk membawa hasil kebun, pedagang untuk menjalankan aktivitas ekonomi, hingga para pelajar yang berangkat menuju sekolah.
Namun kondisi jembatan sempat terdampak setelah meluapnya air sungai dengan debit tinggi pada 11 Maret 2026. Peristiwa tersebut menyebabkan terjadinya pergeseran pada pondasi tiang pancang jembatan.
Akibat pergeseran tersebut, salah satu bagian konstruksi jembatan mengalami kemiringan sekitar 15 derajat. Meski demikian, jembatan masih dapat dilalui kendaraan roda dua dengan tetap
memperhatikan faktor keselamatan.
Sementara itu, proses normalisasi serta perbaikan akses jalan menuju jembatan masih terus dilakukan oleh pihak terkait. Upaya ini bertujuan untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan dengan lancar.
Bagi masyarakat setempat, Jembatan Bailey bukan hanya sekadar sarana penghubung antar desa. Infrastruktur tersebut menjadi jalur penting yang mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, serta kehidupan sosial masyarakat sehari-hari.
Melalui jembatan tersebut, hasil pertanian dapat dibawa menuju pasar, anak-anak dapat pergi ke sekolah, dan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat dapat terus berlangsung.
Sebagai langkah lanjutan, perbaikan terhadap pondasi jembatan yang mengalami pergeseran direncanakan akan dilaksanakan setelah perayaan Idul Fitri. Perbaikan ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi jembatan secara optimal serta meningkatkan keamanan bagi masyarakat yang melintas.
Dengan adanya perbaikan tersebut, akses transportasi masyarakat di wilayah Kecamatan Sawang diharapkan dapat kembali normal sehingga aktivitas sosial dan ekonomi warga dapat berjalan dengan baik. (Red/Rel).
Sumber: Humas Polda Aceh.

