Teror Kepala Anjing Hantam Rumah Kader PDIP di Deli Serdang

Deli Serdang, Redaksisatu.Id.batubara — Teror kepala anjing menimpa kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Palti Hutabarat. Peristiwa ini terjadi di rumah orang tuanya di wilayah Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Rabu malam (18/03/2026).
Teror kepala anjing tersebut bermula dari sebuah benda mencurigakan yang dilempar ke halaman rumah pada malam hari. Keluarga baru menyadari isi benda itu keesokan paginya sekitar pukul 07.00 WIB, setelah diperiksa ternyata merupakan bangkai kepala anjing.

 

Informasi kejadian ini disampaikan oleh Wiradarma Harefa dari Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Ia menjelaskan bahwa aksi tersebut diduga bukan kejadian tunggal, melainkan bagian dari rangkaian intimidasi.

Beberapa hari sebelum kejadian, dua orang tak dikenal sempat mendatangi kompleks perumahan. Mereka bertanya kepada petugas keamanan mengenai kondisi rumah, termasuk apakah dalam keadaan kosong atau tidak.

Selain itu, keluarga juga menerima dua paket misterius dengan sistem pembayaran di tempat. Paket pertama datang pada 13 Maret 2026, namun langsung ditolak karena tidak pernah dipesan.

Setelah dikonfirmasi, Palti Hutabarat juga tidak pernah mengirim barang ke alamat tersebut. Hal ini semakin menimbulkan kecurigaan di pihak keluarga.

Keesokan harinya, paket kedua kembali datang dengan kejanggalan. Paket tersebut menggunakan nama ayah Palti yang telah meninggal dunia, serta mencantumkan alamat lama di Jakarta. Karena dianggap tidak masuk akal, paket tersebut juga ditolak tanpa dibuka.

Setelah beberapa hari situasi sempat tenang, aksi teror kembali terjadi dengan pelemparan bangkai kepala anjing. Pada waktu yang hampir bersamaan, Palti juga menerima pesan WhatsApp berisi gambar bernuansa intimidasi.

Rangkaian kejadian ini memperkuat dugaan adanya aksi teror yang dilakukan secara terencana. Pihak Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat PDIP mengecam keras tindakan tersebut dan menyebutnya tidak manusiawi.

Mereka menilai aksi ini sebagai bentuk intimidasi serius, terlebih terjadi pada bulan Ramadan yang seharusnya menjadi momen penuh ketenangan.

Pihaknya juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus ini, menangkap pelaku, serta mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Selain itu, mereka meminta agar berbagai kasus teror lain di wilayah Sumatera Utara dapat ditangani secara serius demi menjamin rasa aman bagi masyarakat. (Red/Rel).

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news