Hibah Rp37 Miliar Masuk Samosir, Dorong Pariwisata dan Atasi Sampah

Samosir, Redaksisatu.Id.batubara — Pemerintah Kabupaten Samosir menerima hibah aset Barang Milik Negara (BMN) senilai sekitar Rp37 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sumatera Utara Direktorat Jenderal Cipta Karya, Yenni Mulyadi, kepada Bupati Samosir Vandiko T. Gultom di Lobby Lantai II Kantor Bupati Samosir, Selasa (14/04/2026).

Hibah ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di sektor lingkungan dan pariwisata. Sejumlah aset yang diserahkan meliputi pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tahun anggaran 2023–2024, alat berat pengelolaan persampahan dan air limbah tahun 2024, serta penataan lanskap kawasan Sibea-bea yang termasuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba tahun 2023.

Selain itu, terdapat juga optimalisasi penataan kawasan Sibea-bea yang diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata di Kabupaten Samosir. Aset-aset tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mempercepat pembangunan berkelanjutan di daerah.

Kepala Balai, Yenni Mulyadi, menjelaskan bahwa total nilai aset yang diserahkan mencapai kurang lebih Rp37 miliar. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan dan perawatan aset secara maksimal agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

samosir

“Kami berharap aset ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan dirawat secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Yenni juga mengungkapkan bahwa ke depan akan ada penyerahan lanjutan untuk proyek Water Front City serta pengembangan lanjutan kawasan Sibea-bea yang saat ini masih dalam proses. Di sisi lain, rencana penataan kawasan Tano Ponggol juga tengah disiapkan, namun memerlukan dukungan pemerintah daerah terutama terkait perizinan dan dokumen lingkungan.

Sementara itu, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat. Ia menilai hibah tersebut sangat membantu percepatan pembangunan, khususnya dalam sektor pariwisata yang terus berkembang.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” kata Vandiko.

samosir

Ia menambahkan bahwa keberadaan TPA menjadi solusi penting dalam mengatasi persoalan pengelolaan sampah yang selama ini menjadi tantangan di daerah. Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan masalah sampah dapat ditangani secara lebih efektif.

Vandiko juga menilai penataan kawasan Sibea-bea telah membawa perubahan signifikan bagi wajah pariwisata Samosir dan menjadi salah satu daya tarik utama di Sumatera Utara. Ia mengakui bahwa tanpa dukungan pusat, pembangunan tersebut sulit terealisasi hanya dengan mengandalkan anggaran daerah.

samosir

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Samosir berharap rencana pengembangan kawasan Tano Ponggol dapat segera direalisasikan. Selain itu, percepatan serah terima proyek Sibea-bea dan Water Front City juga diharapkan dapat segera dilakukan agar manfaatnya semakin optimal.

Dalam kesempatan tersebut, Vandiko turut mengusulkan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, serta meminta pendampingan dalam penyusunan Detail Engineering Design (DED).

Di akhir kegiatan, Bupati menegaskan kepada seluruh perangkat daerah agar menjaga dan merawat aset yang telah diterima. Hal ini penting agar seluruh fasilitas dapat dimanfaatkan secara maksimal dan berkelanjutan untuk kepentingan masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat terkait, termasuk unsur teknis dari Kementerian PU dan jajaran Pemerintah Kabupaten Samosir. (Red/Rel).

Sumber: Dinas Kominfo Kabupaten Samosir

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news