Jakarta, Redaksisatu.Id.Batubara — Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri rapat kerja bersama Komisi I DPR RI yang membahas perkembangan dinamika geopolitik global serta pelaksanaan misi pemeliharaan perdamaian dunia, di Gedung Nusantara II, Kompleks DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (19/05/2026).
Dalam rapat tersebut, Panglima TNI didampingi Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono.
Kehadiran jajaran pimpinan TNI itu untuk mendampingi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dalam agenda pembahasan terkait kondisi keamanan global dan kesiapan Indonesia menghadapi tantangan internasional yang terus berkembang.
Panglima TNI dalam paparannya menyampaikan bahwa perkembangan konflik modern di berbagai negara memberikan banyak pelajaran strategis bagi Tentara Nasional Indonesia.

Menurutnya, situasi geopolitik dunia saat ini menuntut TNI untuk terus meningkatkan kesiapan operasional, kemampuan adaptasi, serta profesionalisme prajurit dalam menghadapi ancaman yang semakin kompleks.
“Perkembangan konflik modern saat ini memberikan berbagai pelajaran strategis bagi Tentara Nasional Indonesia,” ujar Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Selain membahas dinamika global, Panglima TNI juga menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian dunia memiliki dasar hukum yang kuat.
Landasan tersebut mengacu pada Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), amanat Pembukaan UUD 1945, serta Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.
Panglima TNI menjelaskan, Indonesia telah menunjukkan komitmen aktif dalam mendukung perdamaian internasional sejak pertama kali mengikuti misi pemeliharaan perdamaian dunia pada tahun 1957.
Hingga tahun 2026, Indonesia tercatat telah berpartisipasi dalam 30 misi PBB dan lima misi non-PBB dengan total kontribusi lebih dari 57.527 personel peacekeepers.

Ribuan prajurit TNI diketahui telah menjalankan tugas di berbagai kawasan konflik dunia sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas dan perdamaian internasional.
TNI juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat profesionalisme prajurit, modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), serta kesiapsiagaan operasional dalam menghadapi ancaman global yang terus berkembang.
Penguatan teknologi pertahanan, kemampuan adaptasi strategi peperangan modern, dan partisipasi aktif dalam misi perdamaian dunia menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan peran strategis TNI di tingkat internasional. (Ref/Rel).
Sumber: Puspen TNI.

