Deli Serdang, Redaksisatu.Id.batubara — Acara pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran atau MTQ ke-40 tingkat Provinsi Sumatera Utara berjalan dengan sangat meriah di Lapangan Astaka, Kabupaten Deli Serdang, pada hari Senin, 15 Juni 2026. Bupati Dairi Vickner Sinaga datang langsung ke lokasi acara untuk menghadiri prosesi pembukaan sekaligus memberikan semangat kepada para peserta.
MTQ ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Romo Muhammad Syafii. Agenda keagamaan berskala besar ini juga dihadiri oleh pemimpin tertinggi daerah, yaitu Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution bersama dengan Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya.
Wakil Menteri Agama dalam pidato bimbingannya menerangkan bahwa kompetisi seni membaca Alquran ini harus dijadikan momen penting untuk mempererat rasa persatuan warga serta memperluas syiar Islam. Romo mengingatkan semua yang hadir tentang teori menteri zaman dahulu, Budiarjo, pada tahun 1970 mengenai pentingnya menjaga keseimbangan hidup.
Menurut penjelasan Wamenag, sebuah daerah harus bisa menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik lahiriah dengan pembangunan mental batiniyah lewat jalur agama. Langkah ini dinilai sangat penting agar bisa melahirkan tatanan masyarakat yang mempunyai moral yang baik, berakhlak mulia, serta memiliki kekuatan mental yang kokoh.
Romo juga mengajak para tamu untuk melihat kembali sejarah masa lalu saat MTQ tingkat nasional pertama kali diadakan di Kota Makassar pada tahun 1968. Kegiatan tersebut kemudian berlanjut di Kota Bandung pada tahun 1969, dan dilaksanakan di Kota Banjarmasin pada tahun 1970.

Pada masa tersebut, negara Indonesia sedang berusaha keras memulihkan keamanan dalam negeri setelah adanya peristiwa gejolak politik tahun 1965. Ditambah lagi, kondisi dunia internasional saat itu sedang tidak menentu akibat adanya persaingan politik luar negeri berupa perang dingin.
Dalam situasi yang sulit itulah para tokoh bangsa melahirkan ide untuk membuat acara perlombaan membaca kitab suci umat Islam. Tujuan utamanya adalah untuk menyebarkan semangat cinta Alquran demi menyatukan kembali elemen bangsa yang sempat terpecah sekaligus menjaga keutuhan negara.
Wamenag menilai tantangan zaman di masa lalu itu sangat mirip dengan beban berat yang sedang dihadapi oleh Indonesia sekarang di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto. Oleh karena itu, ajang tahun ini diharapkan bisa menjadi media pemersatu bangsa, menjaga situasi tetap damai, serta melahirkan utusan terbaik yang siap bertanding di tingkat dunia.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memberikan pujian serta rasa terima kasih yang tinggi kepada seluruh panitia yang sudah bekerja keras menyukseskan acara ini. Bobby menegaskan bahwa perlombaan ini bukan sekadar acara seremonial tahunan, melainkan sebuah jalan dakwah untuk membentuk watak manusia yang berakhlak terpuji.
Gubernur juga meminta kepada seluruh utusan daerah untuk selalu menjunjung tinggi sportivitas serta menjaga sopan santun selama masa perlombaan. Kepada para dewan hakim, Bobby berpesan agar mereka bisa memberikan penilaian secara jujur, bertindak adil, bekerja profesional, serta memegang teguh amanah.
Momen perayaan ini dirasa menjadi semakin sakral karena pelaksanaannya bertepatan dengan datangnya hari Tahun Baru Islam. Hal ini dinilai oleh Gubernur sebagai simbol yang sangat baik dari sebuah perjalanan panjang umat manusia menuju arah perubahan kehidupan yang jauh lebih baik.
Ketua Panitia Kegiatan, Yasir Tanjung, memaparkan bahwa perlombaan kali ini menggunakan sebuah slogan bertema Satu Irama Tilawah, Satu Tekad dalam Kolaborasi Sumut Berkah. Perayaan ini juga menorehkan sejarah baru karena menjadi acara tingkat provinsi pertama yang diadakan sejak Bobby Nasution menjabat sebagai Gubernur.
Berdasarkan laporan data panitia, jumlah total orang yang ikut mendaftar mencapai 1.109 peserta. Anggota peserta tersebut merupakan gabungan dari 28 perwakilan wilayah kabupaten, 7 perwakilan wilayah kota, serta ditambah 3 kelompok perwakilan khusus dari kampus perguruan tinggi, kepolisian Polda Sumut, dan perusahaan perkebunan PTPN.
Seluruh peserta di lapangan akan bersaing ketat memperbutkan juara pada 8 cabang perlombaan dan 25 tingkatan golongan yang disediakan. Sistem seleksi dari perlombaan ini nantinya akan menyaring para qari dan qariah terbaik yang akan dikirim untuk mewakili provinsi pada ajang MTQ tingkat nasional pada bulan September 2026.
Sebelum berangkat menuju lokasi acara di Deli Serdang, Bupati Dairi Vickner Sinaga sudah terlebih dahulu melepas secara resmi rombongan kafilah asal Kabupaten Dairi di halaman kantor Bupati. Ada sebanyak 30 orang perwakilan yang dikirim dengan didampingi oleh tim pelatih serta official untuk bertanding selama 10 hari di Lapangan Astaka. (Win).
Sumber: Dinas Kominfo Kabupaten Dairi.

