Patroli Bersama TNI Polri dan Mahasiswa Perketat Pengamanan Hutan KHDTK Aek Nauli

Simalungun, Redaksisatu.Id.batubara — Patroli bersama gabungan lintas sektor digelar secara masif guna memperketat sistem keamanan dan kelestarian kawasan hutan. Jajaran aparat pertahanan, kepolisian, petugas kehutanan, hingga elemen akademisi melangkah bersama menyisir area pedalaman.
Langkah pengawasan ketat ini dipusatkan di wilayah Hutan Dengan Tujuan Khusus atau KHDTK Aek Nauli. Lokasi konservasi tersebut berada di lingkungan Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun.
Agenda patroli keamanan hutan skala besar tersebut diselenggarakan secara resmi pada Jumat, 18 September 2026. Aksi penyisiran ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam membentengi ekosistem alam dari potensi ancaman.
Prajurit TNI yang diterjunkan ke lokasi yakni Serka Hendri Susanto dari jajaran Koramil 11/Girsang Sipangan Bolon Kodim 0207/Simalungun. Personel militer ini bahu-membahu bersama anggota kepolisian di lapangan.
Jajaran Polsek Girsang Sipangan Bolon menyiagakan personel Bhabinkamtibmas untuk mengawal setiap jengkal jalur patroli. Kolaborasi ini semakin kokoh dengan bergabungnya para petugas instansi kehutanan.
Tim dari BP2SM Pematangsiantar hadir mengiringi pergerakan rombongan di dalam kawasan hutan. Petugas dari jajaran KSDA juga ikut merapatkan barisan guna memastikan tata kelola perlindungan flora dan fauna.
sama
Keterlibatan unsur pendidikan tepercaya ditunjukkan melalui kehadiran para mahasiswa Universitas Simalungun atau USI Pematangsiantar. Kelompok mahasiswa ini turun langsung menyusuri lebatnya vegetasi hutan.
Kehadiran jajaran lintas instansi ini bertujuan untuk memastikan seluruh area KHDTK Aek Nauli berada dalam kondisi aman. Kegiatan ini sekaligus memperkuat pengawasan atas kelestarian lingkungan hidup di daerah Simalungun.
Tim gabungan bergerak dengan metode berjalan kaki menyusuri titik-titik rawan di dalam kawasan hutan. Penelusuran difokuskan pada pengamatan kondisi fisik tutupan lahan serta potensi gangguan keamanan.
Selain menjalankan fungsi penegakan keamanan, agenda ini difungsikan sebagai sarana pemantapan koordinasi antarlembaga. Sinergi yang kuat sangat dibutuhkan dalam mengelola kawasan kawasan hutan bertujuan khusus.
Keterikatan mahasiswa Universitas Simalungun memberikan nilai edukasi yang sangat tinggi dalam program pengawasan ini. Para insan akademisi dapat menyaksikan secara langsung proses pemantauan ekosistem di lapangan.
Mahasiswa mempelajari bagaimana mekanisme pengamanan kawasan hutan dieksekusi lewat kerja sama harmonis. Praktik lapangan ini mempertemukan peran aparat penegak hukum, petugas teknis kehutanan, dan dunia kampus.
Keberadaan personel gabungan dari BP2SM Pematangsiantar, Babinsa, Bhabinkamtibmas, KSDA, serta civitas akademika USI membuktikan kuatnya keterpaduan. Langkah ini menegaskan bahwa urusan menjaga hutan merupakan tanggung jawab bersama.
Pengamanan kawasan konservasi tidak dapat dibebankan hanya kepada satu instansi saja. Pengawasan yang efektif membutuhkan tingkat kepedulian tinggi serta koordinasi yang solid dari semua lapisan masyarakat.
Pelaksanaan patroli bersama yang digelar secara rutin ini diharapkan sanggup memperkokoh benteng perlindungan KHDTK Aek Nauli. Langkah ini menjadi stimulus untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap kelestarian lingkungan di Kabupaten Simalungun. (Budi Santoso).

Sumber: Penerangan Kodim 0207 Simalungun.

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news