Perkuat Ketahanan Nasional, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Kesiapan Prajurit Yonif TP 335 di Tasikmalaya

Tasikmalaya, Redaksisatu.Id.Batubara — Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin melanjutkan agenda kunjungan kerja resminya ke wilayah Jawa Barat. Kali ini Menhan meninjau Marshalling Area Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 335/Macan Sukapura.
Lokasi pangkalan militer yang dikunjungi berada di kawasan Purbaratu, Kota Tasikmalaya. Peninjauan langsung tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu (26/09/2026).
Setibanya di area lokasi, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyempatkan diri untuk bertatap muka dan bersilaturahmi dengan Penjabat Pemimpin Daerah. Ia disambut langsung oleh Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan.
Usai sesi silaturahmi, Menhan beserta rombongan melanjutkan agenda dengan menggelar makan siang bersama seluruh prajurit. Suasana penuh keakraban tampak menyelimuti jamuan makan di markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 335/Macan Sukapura tersebut.
Dalam pengarahannya di hadapan ratusan personel, Sjafrie Sjamsoeddin memberikan penekanan khusus terkait sinergi lintas instansi. Ia meminta seluruh jajaran untuk senantiasa memelihara kebersamaan antara unsur TNI dan Pemerintah Daerah.
Sinergi yang kokoh dinilai menjadi bukti nyata soliditas lembaga negara dalam mengawal kesejahteraan masyarakat luas. Kebersamaan ini harus dipelihara secara konsisten di tingkat pusat maupun daerah.
menhaden
Menhan Sjafrie menegaskan bahwa institusi TNI dan Pemerintah Daerah merupakan satu kesatuan keluarga besar yang tidak dapat dipisahkan. Kedua lembaga memiliki tanggung jawab moral yang sama dalam melayani bangsa.
Ia mengingatkan tugas pokok TNI dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari berbagai ancaman. Prajurit Yonif TP 335 memiliki amanah menjaga kedaulatan negara, khususnya di wilayah hukum Tasikmalaya.
Lebih lanjut Menhan menjelaskan bahwa para prajurit Yonif TP dibekali kualifikasi kemampuan tempur utama. Keterampilan dasar tersebut mencakup kemampuan menembak, seni bela diri, serta patroli tempur menghadapi musuh.
Selain keahlian bertempur, prajurit juga dibekali dengan kualifikasi teritorial pembangunan. Kemampuan tambahan ini ditujukan untuk membantu menyelesaikan berbagai permasalahan sosial di tengah masyarakat.
Kehadiran satuan militer ini diharapkan mampu memberikan kemanfaatan nyata bagi warga sekitar. Keberadaan markas Batalyon dirancang untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Tasikmalaya.
Menhan Sjafrie menekankan bahwa setiap prajurit memiliki kewajiban moral untuk membalas jasa rakyat. Ia mengingatkan bahwa seluruh fasilitas pangkalan hingga perlengkapan senjata berasal dari dukungan rakyat.
Oleh karena itu, Menhan melarang keras seluruh prajurit melakukan tindakan yang dapat menyakiti hati masyarakat. Prajurit diminta untuk senantiasa menjadi pelindung dan pengayom bagi warga.
Seluruh personel TNI diimbau untuk selalu memegang teguh dan mengamalkan nilai-nilai 8 Wajib TNI dalam kehidupan sehari-hari. Kedisiplinan dan kepatuhan terhadap hirarki komando menjadi pondasi utama organisasi militer.

menh

Menhan juga menggarisbawahi pentingnya merawat persatuan nasional tanpa membedakan latar belakang suku bangsa. Seluruh prajurit berdiri sejejak di bawah naungan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Ia meminta agar tidak ada sekat suku di dalam tubuh prajurit Tentara Nasional Indonesia. Seluruh elemen diwajibkan untuk tetap kompak, bersatu, disiplin, serta taat pada arahan pimpinan.
Rangkaian acara pengarahan dilanjutkan dengan sesi pemaparan teknis dari Danyonif TP 335/Macan Sukapura. Komandan satuan melaporkan kondisi terkini pangkalan serta tingkat kesiapan operasional seluruh personelnya.
Sejumlah pejabat tinggi militer tampak hadir mendampingi kunjungan kerja Menhan di Tasikmalaya. Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita terlihat ikut serta dalam rombongan pengawasan tersebut.
Tampak hadir pula Wakil Kepala Staf Angkatan Darat beserta Sekretaris Jenderal Kemhan di lokasi acara. Kepala Staf Kodam III/Siliwangi juga turut mengawal jalannya peninjauan pangkalan militer tersebut hingga usai. (Red/Rel).
Sumber: Biro Infohan Setjen Kemhan.

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news