Kisaran, Redaksisatu.Id.Batubara — Puncak peringatan HUT ke-81 TNI di wilayah Kabupaten Asahan berlangsung dengan sangat megah dan penuh semangat kebangsaan. Seluruh rangkaian kegiatan kenegaraan ini dilaksanakan demi memperkuat komitmen pengabdian kepada bangsa.
Puncak peringatan HUT ke-81 TNI tersebut dipimpin secara langsung oleh Komandan Kodim 0208/Asahan Letkol Inf Edy Syahputra, S.H., M.I.P. Beliau bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dalam perhelatan bersejarah ini.
Upacara bendera dipusatkan di Alun-Alun Rambate Rata Raya Kisaran, Kabupaten Asahan. Kegiatan berskala daerah ini diselenggarakan pada Senin (05/10/2026).
Tema nasional yang diusung dalam acara ini adalah “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur”. Tema ini menjadi landasan moral utama bagi seluruh prajurit dalam mengabdi.
Pelaksanaan upacara berjalan dengan sangat khidmat serta diwarnai jiwa patriotisme tinggi. Para peserta dari berbagai unsur mengikuti jalannya acara dengan tertib dan penuh rasa hormat.
Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkokoh semangat pengabdian para prajurit militer. Tugas utama menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia terus menjadi prioritas.

Selain itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kedekatan serta kemanunggalan prajurit dengan masyarakat. Hubungan erat antara militer dan rakyat dipandang sebagai pilar kekuatan utama negara.
Dandim 0208/Asahan Letkol Inf Edy Syahputra memimpin seluruh tahapan upacara dari awal hingga selesai. Kepemimpinan beliau membuat seluruh rangkaian acara berjalan sangat teratur.
Dalam kesempatan itu, Dandim membacakan amanat tertulis dari Panglima TNI di hadapan pasukan. Amanat tersebut menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat yang begitu tinggi.
Panglima TNI menegaskan bahwa tingginya kepercayaan rakyat merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah. Kepercayaan tersebut wajib dijaga oleh seluruh prajurit dengan penuh tanggung jawab.
Seiring meningkatnya kekuatan dan modernisasi kemampuan militer, tanggung jawab prajurit pun semakin besar. Tantangan tugas ke depan menuntut kesiapan yang lebih maksimal.
Peringatan usia ke-81 tahun ini diminta menjadi tonggak penting dalam memperteguh tekad persatuan. Menegakkan kedaulatan negara harus terus dilakukan secara konsisten.
Perlindungan terhadap seluruh kekayaan Nusantara menjadi modal utama bangsa. Hal ini dibutuhkan demi mewujudkan Indonesia yang maju, adil, serta makmur.
Dalam amanatnya, Panglima TNI juga menginstruksikan penerapan prinsip PRIMA sebagai budaya pengabdian. Lima penekanan utama wajib dipedomani oleh seluruh personel militer.
Penekanan pertama adalah Profesional, yaitu setiap prajurit wajib menguasai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Penekanan kedua adalah Responsif, yang berarti peka terhadap perubahan lingkungan sejak dini.
Poin ketiga yaitu Integratif, yakni membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa demi memperkuat kekuatan nasional. Poin keempat adalah Modern, yaitu menguasai alat peralatan pertahanan dan keamanan serta teknologi.
Penguasaan teknologi bertujuan meningkatkan kemampuan daya tangkal dan daya tempur satuan. Penekanan kelima adalah Adaptif, yakni menjadikan pengalaman tugas sebagai bahan pembelajaran dan inovasi.

Panglima TNI meminta kelima poin penekanan tersebut dilaksanakan secara konsisten. Sikap ini akan menjadi arah pengembangan kemampuan berpikir, bersikap, dan bertindak di masa depan.
Upacara ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah dari beberapa wilayah tetangga. Tampak hadir Bupati Asahan, Wakil Bupati Batu Bara, serta Wakil Wali Kota Tanjung Balai.
Para pejabat unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga turut hadir. Perwakilan Forkopimda berasal dari Kabupaten Asahan, Kabupaten Batu Bara, dan Kota Tanjung Balai.
Kehadiran para kepala daerah, unsur Forkopimda, personel TNI-Polri, serta elemen masyarakat mencerminkan sinergitas kuat. Kebersamaan ini menjadi modal penting dalam mendukung tugas militer di wilayah.
Peringatan bersejarah ini diharapkan mampu memperkokoh semangat persatuan nasional. Kemanunggalan antara tentara dan rakyat diyakini akan semakin tangguh.
Dengan mengusung semangat “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Hebat”, institusi militer terus berkomitmen. Pengabdian terbaik akan selalu diberikan demi keutuhan bangsa dan negara.
Seluruh jalannya acara peringatan dari awal sampai akhir berlangsung aman. Suasana kegiatan tetap tertib, kondusif, dan lancar hingga pasukan dibubarkan. (OK. Zulfan).
Sumber: Penerangan Kodim 0208 Asahan.

