Medan, Redaksisatu.Id.Batubara — Penguatan hubungan bilateral di bidang ekonomi terus dipacu oleh Pemerintah Kota Medan untuk memperluas jangkauan pasar internasional. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan investasi dan perdagangan regional secara signifikan.
Penguatan hubungan bilateral tersebut mengemuka dalam pertemuan resmi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Wali Kota menerima kunjungan silaturahmi Duta Besar Malaysia untuk Republik Indonesia, Dato’ Muzafar Shah Mustafa.
Pertemuan diplomatik dan bisnis tersebut digelar di Balai Kota Medan. Kegiatan penajaman kerja sama ini berlangsung pada Kamis (08/10/2026).
Wali Kota Medan Rico Waas memaparkan ragam potensi unggulan kota di hadapan utusan Malaysia. Pemaparan mencakup sektor ekonomi makro, perkembangan UMKM, transportasi publik, penanganan sampah, hingga potensi pariwisata.
Rico Waas menegaskan status Medan sebagai kota metropolitan terbesar di Pulau Sumatra. Populasi penduduk kota yang menyentuh angka sekitar 2,5 juta jiwa menjadi daya tarik pasar tersendiri.

Keanekaragaman budaya dan kekayaan kuliner khas menjadikan Medan sangat dinamis. Keberagaman ini menjadi modal sosial yang kuat dalam mendukung sektor pariwisata daerah.
Pada sektor investasi, Wali Kota memaparkan capaian realisasi modal yang masuk ke Kota Medan sepanjang tahun 2025. Angka investasi sukses menembus Rp14,5 triliun dari target awal sebesar Rp7 triliun.
Laju pertumbuhan ekonomi Kota Medan pada tahun yang sama mampu melaju di angka 5,10 persen. Kinerja ekonomi mikro melalui sektor UMKM juga terus menunjukkan perkembangan positif.
Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Muhammad Sofyan. Turut mendampingi pula Kepala Dinas Pariwisata Odi Anggia Batubara.
Hadir pula Plt Kepala Dinas Kesehatan Surya Syahputra serta Kepala Bagian Kerja Sama Seri Inderahayu. Jajaran pejabat Pemko Medan hadir penuh untuk memperkuat koordinasi.
Wali Kota memaparkan proyek pengembangan sistem transportasi massal Bus Rapid Transit (BRT). Jumlah koridor BRT ditargetkan meluas dari lima menjadi 12 koridor pada tahun 2027 mendatang.
Jaringan koridor ini akan menghubungkan kawasan aglomerasi Medan, Binjai, dan Deli Serdang. Pengoperasian armada bus listrik juga siap dinaikkan secara bertahap dari 60 unit menjadi 283 unit.
Pemko Medan juga sedang menggarap proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Program strategis pemerintah pusat ini memanfaatkan volume sampah kota yang melebihi 1.700 ton setiap harinya.
Di sektor pariwisata, penataan dilakukan di lima Kawasan Strategis Pariwisata. Fokus penataan fisik dan estetika salah satunya menyasar kawasan bersejarah Kota Tua Medan.

Sementara itu, Duta Besar Malaysia Dato’ Muzafar Shah Mustafa mengapresiasi keramahan Kota Medan. Ia didampingi Konsul Jenderal Malaysia di Medan Tuan Sahril Nizam Bin Abdul Malek beserta delegasi.
Dato’ Muzafar menegaskan bahwa Medan memegang peranan sangat vital bagi Malaysia. Kota ini menjadi pusat perdagangan dan ekonomi yang sangat penting di Sumatera Utara.
Beliau memaparkan data perdagangan dwiarah antara Malaysia dan Indonesia tahun 2023 yang mencapai lebih dari 26 miliar Dolar AS. Nilai perdagangan khusus antara Malaysia dengan Medan mencatatkan angka sekitar 1,5 miliar Dolar AS.
Potensi perdagangan tersebut dinilai masih sangat besar untuk dikembangkan lebih jauh. Pihak Malaysia berminat menjajaki kerja sama di bidang kesehatan, industri halal, hingga pengolahan pangan.
Peluang investasi lain juga terbuka pada pembangunan infrastruktur perkotaan, ekonomi digital, pariwisata, dan sektor hospitalitas. Program penguatan UMKM bakal didorong melalui skema match-making bisnis secara langsung.
Kunjungan perdana ini diharapkan menjadi fondasi kuat hadirnya kerja sama konkret di masa depan. Kemitraan ini ditargetkan membuka peluang investasi baru, memperluas lapangan kerja, serta memberi manfaat nyata bagi warga kedua negara. (Sc).
Sumber: Dinas Kominfo Kota Medan.

