Serdang Bedagai, Redaksisatu.id.batubara – Sugiatik resmi dilantik sebagai Ketua Pimpinan Daerah (PD) Matahari Pagi Indonesia (MPI) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua MPI Sumatera Utara, dr. Donal Anjar Simanjuntak, M.Ked., Sp.P(K), di Aula Sultan Serdang, Kompleks Perkantoran Bupati Serdang Bedagai, Sei Rampah, Jumat (16/10/2026).
Pelantikan tersebut dihadiri Ketua Majelis Pertimbangan Pusat MPI Dahnil Anzar Simanjuntak, yang juga menjabat Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya, serta sejumlah pejabat dan pengurus MPI Sergai.
Hadir pula Ketua TP PKK Sergai Rosmaida Saragih Darma Wijaya, Kapolres Sergai AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak, S.H., S.I.K., M.H., Ketua Pengadilan Agama Sei Rampah Asri Handayani, S.H.I., M.Em., perwakilan Kejaksaan Negeri Sergai Yoppy Gumala, S.H., M.H., Kepala Kanwil Haji dan Umrah Sumatera Utara Zulkifli Sitorus, Kepala Kanwil Haji dan Umrah Sergai H. Hasan Basri, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta seluruh pengurus MPI Serdang Bedagai.
Dalam sambutannya, Sugiatik yang juga anggota DPRD Sumatera Utara menyampaikan terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan kepadanya bersama jajaran pengurus MPI Sergai.
Ia menilai Serdang Bedagai memiliki keberagaman suku, agama, ras, golongan, dan kelompok masyarakat. Karena itu, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, bukan hanya pemerintah kabupaten.
Menurut Sugiatik, kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk mendorong kemajuan Serdang Bedagai.
Ia juga menegaskan bahwa MPI harus menjadi organisasi yang memberikan manfaat bagi semua kalangan tanpa membedakan suku, agama, usia, warna kulit, organisasi, maupun pilihan politik.
Sugiatik berharap seluruh pengurus yang berasal dari beragam latar belakang dan profesi dapat bekerja bersama untuk mengembangkan organisasi serta mendukung program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto.
“Dengan segala potensi, semangat, dan kemampuan yang kami miliki, kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk memajukan MPI Serdang Bedagai dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Bupati Sergai Minta Program MBG Merata
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya turut menyampaikan perkembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya.
Ia mengatakan, Serdang Bedagai termasuk daerah yang mulai melaksanakan program MBG sejak tahap awal. Saat program tersebut mulai berjalan, telah berdiri sembilan dapur MBG.
Menurut Darma Wijaya, program itu telah memberikan manfaat kepada hampir seluruh siswa di Serdang Bedagai. Namun, belum semua siswa di setiap kecamatan menerima manfaat yang sama.
Kondisi tersebut, kata dia, menimbulkan kecemburuan di kalangan siswa yang belum mendapatkan program MBG. Karena itu, ia berharap pelaksanaan program dapat diperluas hingga menjangkau seluruh sekolah di Serdang Bedagai.
Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa, program MBG dinilai turut menggerakkan perekonomian daerah. Darma Wijaya menyebut produk pertanian lokal, terutama semangka dan melon, terserap untuk memenuhi kebutuhan dapur-dapur MBG.
Ia berharap program tersebut dapat terus berkesinambungan sehingga manfaatnya dirasakan oleh siswa, petani, dan masyarakat setempat.
Dahnil Ungkap Awal Pembentukan MPI
Ketua Majelis Pertimbangan Pusat MPI Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan bahwa organisasi tersebut dibentuk untuk berkontribusi dalam pelaksanaan agenda pembangunan Presiden Prabowo Subianto.
Dahnil menyebut empat tokoh yang terlibat dalam pembentukan awal MPI, yakni dirinya, Jenderal Agus Andrianto yang saat itu menjabat Wakapolri, Prof. Dr. Reda Manthovani yang ketika itu menjabat Jaksa Agung Muda Intelijen, serta pengusaha nasional Jusuf Hamka yang dikenal sebagai Babah Alun.
Ia menjelaskan, MPI pada awalnya merupakan gerakan politik yang kemudian berkembang ke arah gerakan sosial dan budaya.
Menurut Dahnil, MPI dibentuk pada 2023 dan dideklarasikan di Kertanegara. Saat itu, Prabowo Subianto memintanya menghimpun kelompok masyarakat, terutama pemuda dan perempuan dari berbagai profesi serta latar belakang agama.
Dahnil juga menjelaskan alasan penggunaan nama Matahari Pagi Indonesia. Nama tersebut berkaitan dengan kebiasaan para penggagas mengadakan pertemuan setelah salat Subuh, kemudian berolahraga pagi sambil minum kopi.
Lebih jauh, matahari pagi dimaknai sebagai simbol kebaikan yang memberikan manfaat bagi kehidupan tanpa membedakan latar belakang penerimanya.
Ia berharap seluruh pengurus MPI dapat menerapkan nilai tersebut dengan berlomba-lomba memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.
Pelantikan Sugiatik sebagai Ketua PD MPI Serdang Bedagai diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas profesi dan kelompok masyarakat serta mendorong kontribusi organisasi bagi pembangunan daerah. (Rasum).

