Medang Deras l Redaksisatu.Id.batubara
Di tengah teriknya panas matahari, warga terlihat berjibaku dalam antrean panjang demi mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM). Kondisi ini terjadi hampir setiap hari di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 14212261 Desa Pakam Raya, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara.
Melihat kepenatan dan kegelisahan masyarakat, team Pauli—penyedia jasa internet “Smart Wife” yang beralamat di Desa Lalang Kecamatan Medang Deras—tergerak untuk berbagi rezeki. Pada Sabtu (6/12), mereka turun langsung ke lokasi SPBU Pakam Raya untuk memberikan bantuan berupa air mineral kepada para pengguna BBM yang sedang mengantre.
Kegiatan sosial tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para pengendara, khususnya pengguna sepeda motor, merasa sangat terbantu dengan hadirnya pembagian air mineral gratis itu.

“Kami sangat berterima kasih kepada team Pauli yang telah peduli terhadap antrean ini. Walaupun hanya sebotol air mineral, ini sangat membantu kami di tengah panasnya terik matahari,” ungkap salah seorang warga yang ikut mengantre.
Ketua team Pauli menjelaskan bahwa aksi ini berawal dari laporan salah satu anggota tim yang ikut mengantre membeli BBM sejak Pukul 11.00 WIB dan hampir pingsan sekitar Pukul 12.00 WIB akibat kepanasan. Tim kemudian meminta dikirimkan air mineral agar tidak kehilangan antrean, sekaligus melaporkan kondisi itu melalui video.
“Setelah menerima laporan, Pimpinan Pauli mengarahkan untuk membagikan 10 dus air mineral kepada para pengantri, terutama pengguna sepeda motor,” ujar Ketua team Pauli saat dikonfirmasi.

Antrean panjang di SPBU Pakam Raya sudah berlangsung hampir satu minggu. Kondisi ini dipicu oleh ketiadaan pasokan BBM di tingkat pengecer, sehingga masyarakat terpaksa memusatkan pembelian hanya di satu SPBU tersebut.
Salah seorang ibu yang ikut mengantre menceritakan perjuangannya demi mendapatkan BBM. “Karena tidak ada minyak di kampungku, aku harus menempuh 2 kilometer ke SPBU dan mengantre sampai lebih dari 2 jam. Sementara yang kubeli cuma Rp.15.000. Aku berharap situasi ini cepat normal. Walaupun di kampung harganya Rp.12.000 per liter, itu lebih baik daripada harus antre seperti ini,” keluhnya.
Aksi kemanusiaan team Pauli ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat di tengah sulitnya mendapatkan BBM, sekaligus menjadi contoh kepedulian sosial bagi pihak lainnya. (RSB.03).

