Medan — Safari Ramadan Rutan Kelas I Medan menghadirkan momen kebersamaan yang sarat makna. Sebanyak 1.543 warga binaan mengikuti kegiatan buka puasa bersama yang digelar pada Jumat (27/02/2026) dalam suasana religius dan penuh kekeluargaan.
Safari Ramadan Rutan Kelas I Medan memberi kesempatan khusus kepada 372 warga binaan untuk berbuka puasa langsung bersama anggota keluarga mereka. Pertemuan tersebut menjadi momen istimewa yang jarang terjadi selama masa pembinaan.
Sementara itu, 1.171 warga binaan lainnya mengikuti buka puasa bersama di dalam lingkungan rutan bersama seluruh petugas. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan khusyuk.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Kegiatan kemudian dilanjutkan tausiyah oleh Ustaz Ramadhan Ariga, S.H.I., M.H., yang mengajak hadirin menjadikan Ramadan sebagai momentum introspeksi diri, memperbaiki akhlak, dan memperkuat tekad menjadi pribadi yang lebih baik.
Dalam ceramahnya, ia juga menekankan pentingnya menjaga harapan serta mempererat hubungan silaturahmi, termasuk hubungan antara warga binaan dengan keluarga mereka.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno, beserta jajaran. Hadir pula perwakilan Polsek Medan Helvetia, Danramil 0201-06/Medan Sunggal, tokoh masyarakat Rajamin Sirait, serta para kepala UPT pemasyarakatan se-Kota Medan dan sekitarnya.
Dalam sambutannya, Kakanwil Ditjenpas Sumut mengapresiasi pelaksanaan Safari Ramadan tersebut. Ia menyampaikan bahwa sistem pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada menjalani masa pidana, tetapi juga pada pembinaan kepribadian dan penguatan nilai spiritual serta sosial.
Sebagai bagian dari kegiatan, panitia juga menyalurkan 50 paket bantuan sosial kepada masyarakat sekitar rutan yang membutuhkan. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian di bulan suci Ramadan sekaligus mempererat hubungan antara rutan dan lingkungan sekitar.
Menjelang waktu berbuka, suasana haru terasa ketika warga binaan duduk bersama keluarga mereka. Kebersamaan itu menjadi dorongan moral agar mereka terus mengikuti program pembinaan dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat dengan sikap yang lebih baik.
Safari Ramadan Rutan Kelas I Medan menjadi bukti komitmen menghadirkan pembinaan yang humanis. Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara rutan, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, dan keluarga warga binaan dalam membangun sistem pemasyarakatan yang bermartabat dan berdampak positif. (Febi).

