Sengketa Tanah Mandor, Bupati Karolin Pimpin Dialog Warga dan PT FBR Cari Solusi

Landak — Sengketa tanah di Kecamatan Mandor menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Landak. Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa, M.H memimpin langsung dialog antara masyarakat dengan pihak perusahaan PT Fortune Borneo Resources (FBR) untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.

Dialog sengketa tanah Mandor tersebut berlangsung di Aula Kantor Camat Mandor, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, pada Jumat (13/03/2026). Kegiatan ini digelar sebagai langkah pemerintah daerah untuk menengahi permasalahan lahan yang terjadi antara masyarakat dan perusahaan.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa hadir didampingi Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Dalam pertemuan tersebut, Bupati memfasilitasi dialog terbuka antara pihak PT Fortune Borneo Resources dan masyarakat dari tiga desa.

mandor

Masyarakat yang terlibat dalam dialog berasal dari Desa Kayu Ara, Desa Pongok, dan Desa Sumsum yang berada di wilayah Kecamatan Mandor. Permasalahan yang dibahas berkaitan dengan klaim lahan masyarakat yang berada di dalam wilayah konsesi perusahaan PT FBR.

Dialog tersebut menjadi upaya pemerintah daerah untuk mencari jalan keluar yang adil bagi semua pihak. Pemerintah Kabupaten Landak berupaya memastikan setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah.

Selain pemerintah daerah dan masyarakat, kegiatan tersebut juga dihadiri berbagai unsur terkait di tingkat kecamatan. Hadir dalam pertemuan tersebut unsur Forkopimcam Mandor, jajaran direksi PT FBR, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Turut hadir Kepala Desa Pongok, Kepala Desa Kayu Ara, dan Kepala Desa Sumsum. Selain itu hadir pula Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Mandor, Pasirah Adat, tokoh pemuda, serta undangan lainnya yang berkepentingan dalam penyelesaian persoalan tersebut.

Melalui dialog ini, Pemerintah Kabupaten Landak berharap tercipta solusi yang dapat diterima oleh semua pihak. Pendekatan dialog dan musyawarah diharapkan mampu meredam potensi konflik serta menjaga hubungan baik antara masyarakat dan perusahaan.

Kehadiran Bupati Karolin dalam pertemuan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk hadir langsung dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat. (Red/Rel).

Sumber: Dinas Kominfo Kabupaten Landak.

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news