Jakarta l Redaksisatu.Id.batubara
Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) memulai langkah strategis perumusan Satu Data Objek Vital Nasional (Obvitnas) sebagai instrumen utama dalam memperkuat pembangunan nasional dan menjaga keamanan negara secara sistemik.
Langkah ini ditujukan untuk menjaga keamanan negara, mengatasi tumpang tindih data, memetakan titik-titik kerawanan secara akurat, serta mendorong efisiensi pengelolaan Obvitnas yang berdampak langsung pada stabilitas keamanan dan peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sector Obvitnas.
Inisiatif tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Asdep Intelkam, Bimmas, dan Obvitnas diwakili Kombes Pol Budi Hermawan, Kepala Bidang Bimmas dan Obvitnas Kemenko Polkam, sebagai kelanjutan dari proses identifikasi dan sinkronisasi data lintas Kementerian/Lembaga yang telah dilakukan sebelumnya.
“Dari banyaknya data mengenai Obvitnas yang telah kita himpun, tiap K/L terdapat perbedaan perhitungan, berangkat dari permasalahan itu kita ingin semua K/L memiliki data terintegrasi yang seragam dan selalu terupdate. Hal ini penting khususnya kita sebagai kementerian koordinator, perlu melihat dan mengelola titik-titik kerawanan agar dapat ditangani secara cepat dan tepat,” ujar Kombes Pol Budi Hermawan, Selasa (5/8/2025) di Kantor Kemenko Polkam Jakarta.

Dalam forum yang sama, Biro Humas dan Datin Kemenko Polkam mengapresiasi inisiatif pengembangan data tematik Obvitnas yang dinilai sebagai langkah strategis proyek tematik nasional. Data ini dinilai memiliki nilai manfaat jangka panjang yang sangat signifikan dalam mendukung fungsi koordinasi dan pengambilan kebijakan berbasis data.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa rencana pembuatan Satu Data Obvitnas ke depan akan berbentuk peta tematik. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi teknis dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk memastikan sinkronisasi data spasial. Biro Humas dan Datin menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi dengan BIG untuk mendukung pengembangan data spasial Obvitnas.
Sebagai langkah awal, forum sepakat untuk mempercepat integrasi data dari K/L terkait, Ditpamobvit Baharkam Polri, dan Kementerian Keuangan. Rapat lanjutan akan difokuskan pada penyamaan indikator data dan penyusunan peta kerawanan berbasis spasial.
Kombes Pol Budi Hermawan menyampaikan bahwa proyek ini akan menjadi data perintis dalam pengelolaan data tematik sektor keamanan. “Inilah data pertama yang dapat memberikan gambaran menyeluruh terhadap letak kerawanan Obvitnas secara nasional,” sebutnya.
Forum ini sekaligus menegaskan komitmen Kemenko Polkam untuk terus mendorong transformasi pengelolaan keamanan nasional berbasis data, demi mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan memastikan stabilitas keamanan bagi seluruh rakyat Indonesia. (Red/Rel).

