Toba — Musrenbang RKPD 2027 di Kecamatan Bonatua Lunasi menjadi forum penting membahas arah pembangunan dan isu strategis daerah. Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, hadir langsung dalam kegiatan yang digelar Selasa, 3 Maret 2026, di halaman Kantor Camat Bonatua Lunasi.
Musrenbang RKPD 2027 tingkat kecamatan ini dibuka resmi oleh Camat Bonatua Lunasi, Muhammad Yamin Lubis. Hadir dalam kegiatan tersebut para kepala desa, BPD, tokoh masyarakat, pimpinan OPD terkait, serta unsur Forkopimca setempat.
Dalam forum itu disampaikan bahwa Kecamatan Bonatua Lunasi yang terdiri dari 12 desa mengusulkan 106 program pembangunan untuk perencanaan tahun 2027. Seluruh usulan tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam tahapan perencanaan daerah.
Wakil Bupati menegaskan bahwa kehadiran pemerintah kabupaten merupakan bentuk komitmen untuk menampung dan mendiskusikan kebutuhan pembangunan dari tingkat kecamatan hingga desa. Ia juga menyebutkan bahwa hasil Musrenbang dapat menjadi pertimbangan dalam penyusunan APBDes yang saat ini belum ditetapkan.

Dalam arahannya, ia menekankan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang diskusi strategis untuk membahas persoalan mendasar yang mempengaruhi pembangunan. Salah satu isu utama yang disoroti adalah efisiensi anggaran yang berdampak hingga ke desa akibat penurunan alokasi dana.
Menurutnya, kebijakan efisiensi tersebut merupakan bagian dari kebijakan nasional guna mendukung program prioritas pemerintah pusat. Karena itu, pemerintah daerah harus cermat dan realistis dalam menyusun perencanaan serta penganggaran.
Wakil Bupati juga menyoroti dampak berhentinya operasional PT Toba Pulp Lestari Tbk terhadap perekonomian Kabupaten Toba. Ia menyampaikan bahwa hampir 10 persen PDRB daerah sebelumnya disumbang oleh perusahaan tersebut. Sejak aktivitas perusahaan berhenti, daya beli masyarakat menurun dan aktivitas ekonomi di pasar ikut melemah.
Dampak lainnya adalah terhentinya sejumlah kepesertaan BPJS yang sebelumnya ditanggung perusahaan. Ia menegaskan bahwa dalam kondisi efisiensi anggaran, pemerintah daerah tidak dapat serta-merta menanggung seluruh beban tersebut melalui APBD karena berpotensi mengganggu stabilitas keuangan daerah.
Selain faktor lokal, ia menyebut dinamika geopolitik global turut mempengaruhi kondisi ekonomi, termasuk harga minyak dan kebutuhan pokok. Situasi ini harus menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan pembangunan ke depan.
Menghadapi berbagai tantangan itu, Wakil Bupati mengajak masyarakat mengoptimalkan potensi daerah, khususnya sektor pertanian. Dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani, peningkatan produktivitas menjadi kunci. Ia menyebut indeks pertanaman Kabupaten Toba saat ini berada di angka 1,35 dan perlu ditingkatkan untuk mendorong kesejahteraan petani.

Selain pertanian, isu pengelolaan sampah juga menjadi perhatian. Ia menyampaikan bahwa dalam Rakornas di Sentul, Presiden menekankan persoalan sampah sebagai isu yang mendapat sorotan internasional. Menurutnya, pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan pemilahan dan pengolahan yang baik sehingga memiliki nilai ekonomi.
Saat ini Kabupaten Toba telah memiliki dua bank sampah induk. Ke depan, pemerintah daerah akan mendorong pembentukan bank sampah unit di kecamatan, desa, kelurahan, sekolah, serta tempat ibadah. Sampah yang dipilah dan dijual bahkan dinilai dapat membantu masyarakat memenuhi kewajiban seperti pembayaran PBB.
Menutup arahannya, Wakil Bupati mengajak seluruh peserta Musrenbang memahami berbagai isu dari tingkat desa hingga nasional. Ia berharap perencanaan pembangunan Kecamatan Bonatua Lunasi untuk tahun 2027 dapat disusun secara realistis, adaptif, dan berbasis potensi daerah.
Musrenbang RKPD 2027 ini diharapkan menjadi langkah awal membangun komitmen bersama demi kesejahteraan masyarakat Kecamatan Bonatua Lunasi dan Kabupaten Toba secara keseluruhan. (Red/Rel).
Sumber: Dinas Kominfo Kabupaten Toba.

