TNI Bebaskan 4 WNI Korban Penculikan di Perairan Gabon, Selamat Tiba di Nigeria

Jakarta — TNI berhasil membebaskan empat warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya diculik oleh perompak di perairan Gabon, Afrika Tengah. Keempat WNI tersebut merupakan anak buah kapal (ABK) yang menjadi korban pembajakan di lepas pantai Gabon pada 11 Januari 2026.

Pembebasan para ABK WNI itu dilakukan melalui upaya koordinasi intensif yang melibatkan Atase Pertahanan Republik Indonesia (Athan RI) di Abuja. Setelah melalui proses negosiasi panjang dengan kelompok pembajak, para korban akhirnya berhasil dibebaskan.

Pembebasan berlangsung pada Kamis, 5 Maret 2026 pukul 22.05 waktu setempat. Setelah dinyatakan bebas, para korban kemudian dijemput oleh Athan RI di Abuja dan langsung dibawa menuju Lagos, Nigeria.

bebaskan

Empat WNI yang berhasil diselamatkan tersebut bernama Abdul Ajis, Aditia Permana, Mohamad Fardan Mubarok, dan Eka Trenggana. Mereka termasuk dalam kelompok sembilan awak kapal yang dibebaskan oleh para pembajak setelah tercapai kesepakatan dalam proses negosiasi.

Kesepakatan pembebasan para sandera tersebut tercapai pada 3 Maret 2026 setelah melalui proses komunikasi yang cukup panjang dengan pihak pembajak.

Saat ini, keempat ABK WNI tersebut ditempatkan sementara di fasilitas penampungan yang aman di Lagos, Nigeria. Mereka menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi fisik tetap stabil setelah mengalami masa penyanderaan.

Keberhasilan pembebasan para WNI ini tidak lepas dari koordinasi dan komunikasi yang intens antara berbagai pihak terkait. Di antaranya Athan RI di Abuja, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abuja, Kedutaan Besar Tiongkok di Gabon, perusahaan IB Fish, Athan Tiongkok di Abuja, serta Ketua Komunitas Tiongkok di Lagos.

Kerja sama lintas negara tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan keselamatan para korban hingga akhirnya berhasil dibebaskan. (Red/Rel).

Sumber: Puspen TNI.

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news