Medan, Redaksisatu.Id.Batubara — Transformasi digital pendidikan menjadi salah satu topik utama dalam Lenovo Edu Customer Event Medan 2026 yang digelar pada Selasa (03/03/2026). Dalam kegiatan tersebut, Rektor Institut Teknologi Del, Prof. Dr. Arnaldo Marulitua Sinaga, S.T., M.InfoTech., hadir sebagai pembicara dan menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya sistem teknologi yang terintegrasi dalam mendukung dunia pendidikan modern.
Transformasi digital pendidikan menurut Prof. Arnaldo tidak hanya berkaitan dengan penyediaan perangkat teknologi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi di lingkungan kampus sangat ditentukan oleh bagaimana seluruh sistem teknologi dapat terhubung dan bekerja secara terpadu.
Dalam sesi diskusi, Prof. Arnaldo menjelaskan bahwa sistem teknologi yang efektif harus mampu berjalan stabil, terintegrasi, serta tidak mengganggu proses akademik yang berlangsung di perguruan tinggi. Menurutnya, banyak tantangan yang muncul di institusi pendidikan bukan karena kekurangan teknologi, melainkan karena berbagai perangkat dan sistem yang ada belum saling terhubung dengan baik.

Ia menambahkan bahwa integrasi teknologi menjadi faktor penting agar berbagai aktivitas kampus dapat berjalan selaras. Aktivitas tersebut meliputi proses pembelajaran, administrasi akademik, hingga pengembangan inovasi yang melibatkan mahasiswa dan dosen.
Dengan sistem yang terintegrasi, pemanfaatan teknologi baru seperti kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dapat dimaksimalkan untuk mendukung kegiatan akademik. Teknologi AI dinilai memiliki potensi besar untuk membantu meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi.
Prof. Arnaldo menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan untuk menganalisis data pembelajaran mahasiswa, mengidentifikasi pola belajar, serta memberikan informasi penting kepada dosen untuk meningkatkan kualitas metode pengajaran. Ia menegaskan bahwa kehadiran AI seharusnya memperkuat sistem akademik, bukan justru menambah kerumitan dalam pengelolaan teknologi.

Dalam diskusi lanjutan, Prof. Arnaldo juga menyoroti berbagai tantangan yang sering dihadapi institusi pendidikan ketika proses transformasi teknologi dilakukan secara bertahap. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan kemampuan AI ketika data yang tersedia tidak terintegrasi secara menyeluruh dalam satu sistem.
Menurutnya, tanpa integrasi data yang baik, teknologi canggih seperti AI tidak dapat bekerja secara maksimal. Oleh karena itu, pembangunan ekosistem digital yang terhubung menjadi langkah penting bagi institusi pendidikan yang ingin mengoptimalkan pemanfaatan teknologi.
Melalui partisipasi dalam Lenovo Edu Customer Event Medan 2026, Institut Teknologi Del turut membagikan pengalaman serta pandangan mengenai penerapan teknologi pendidikan. Kegiatan ini juga menjadi forum untuk memperkuat pemahaman tentang pentingnya membangun ekosistem digital yang terintegrasi guna meningkatkan kualitas pembelajaran di era transformasi digital. (Red/Rel).

