Bekasi, Redaksisatu.id Batubara — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa kepada para korban kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo dan KRL Commuter Line yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam.
Belasungkawa tersebut disampaikan Presiden usai menjenguk korban yang masih menjalani perawatan di RSUD Bekasi, Kota Bekasi, Selasa pagi.
Dalam keterangannya, Presiden menyampaikan rasa prihatin atas insiden tragis yang mengejutkan masyarakat tersebut. Ia juga memastikan pemerintah akan segera melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab kecelakaan.
“Hari ini saya datang ke Rumah Sakit Bekasi. Tentunya semua prihatin dan kaget dengan kecelakaan yang telah terjadi. Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi dan atas nama pemerintah,” ujar Prabowo dalam tayangan langsung YouTube Sekretariat Presiden.
Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah akan segera melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan kereta tersebut.
“Kita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana,” lanjutnya.
Presiden Prabowo tiba di RSUD Bekasi sekitar pukul 08.39 WIB dengan mengenakan peci hitam dan safari krem. Kedatangannya didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Kepala Sekretaris Pribadi Presiden Rizky Irmansyah.
Di lokasi, Presiden disambut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin, serta sejumlah pejabat daerah.
Setibanya di rumah sakit, Presiden langsung menuju ruang perawatan untuk menemui korban kecelakaan. Proses kunjungan berlangsung tertutup.
Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan di Bekasi Timur mencapai tujuh orang hingga Selasa pukul 06.30 WIB.
Selain korban meninggal, sebanyak 81 penumpang mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit.
Bobby juga mengungkapkan bahwa hingga Selasa pagi masih terdapat tiga korban yang terjebak di dalam rangkaian kereta.
“Meninggal dunia itu 7 orang, luka-luka dan dirawat sebanyak 81 orang, dan yang masih terperangkap sekitar 3 orang di dalam kereta,” kata Bobby.
Menurutnya, proses evakuasi berlangsung cukup lama karena petugas harus bekerja ekstra hati-hati demi menjaga keselamatan korban yang berada di lokasi kecelakaan.
“Evakuasi ini cukup lama selama 8 jam dan kita laksanakan hati-hati sekali,” ujarnya.
Hingga kini, proses penanganan korban dan investigasi penyebab kecelakaan masih terus dilakukan oleh pihak terkait. (Red/Rel).

