Samosir Didorong Jadi Sentra Bawang Putih Nasional, Bupati Vandiko Gandeng Pemerintah Pusat

Samosir, Redaksisatu.Id.batubara — Samosir bawang putih menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Samosir dalam upaya menjadikan daerah tersebut sebagai sentra produksi bawang putih nasional. Langkah ini ditandai dengan kunjungan lapangan Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama tim dari pemerintah pusat ke Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) Samosir, Selasa (05/05/2026).

Kunjungan tersebut melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Kementerian Pertanian RI, BRIN, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II. Agenda utama adalah meninjau kesiapan lahan dan infrastruktur irigasi yang akan digunakan untuk pengembangan budidaya bawang putih di Samosir.

Peninjauan dilakukan di sejumlah titik sumber air yang akan menjadi penunjang utama sistem pertanian. Selain itu, pemerintah juga merencanakan keterlibatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk kajian teknis, serta dukungan PLN dalam penyediaan listrik untuk pompa air. Pembangunan jembatan di kawasan KPT Hariara Pintu juga masuk dalam rencana pengembangan.

Samosir bawang putih dinilai memiliki potensi besar karena kondisi geografisnya yang mendukung. Pemerintah menargetkan pengembangan bertahap lahan seluas 320 hektare untuk komoditas tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 20 hektare sudah ditanami bersama kelompok tani di Desa Maduma, Kecamatan Simanindo, sementara 300 hektare lainnya akan dikembangkan di kawasan KPT Hariara Pintu.

bawa

Asisten Deputi Kemenko Pangan, M. Saleh, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat dalam menjadikan Samosir sebagai sentra bawang putih nasional. Ia menegaskan pentingnya langkah konkret dalam pelaksanaan program.

“Sebagai tindak lanjut, target kami akhir Mei sudah ada penanaman 5 hektare. Program ini harus berjalan nyata,” ujar Saleh.

Ia juga menjelaskan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kesiapan petani dan pendampingan intensif dari berbagai pihak. Pemerintah menargetkan produktivitas bawang putih mencapai 20 ton per hektare. Menurutnya, hasil kajian menunjukkan Samosir memiliki lahan yang relatif subur dan datar sehingga mendukung pengembangan komoditas tersebut.

bawa

Sementara itu, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mendukung penuh seluruh kebutuhan teknis dan infrastruktur yang diperlukan. Ia menyebut program Samosir bawang putih ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kami siap dan terus berharap pendampingan agar swasembada bawang putih bisa terwujud. Ini bagian dari komitmen kami mendukung program ketahanan pangan nasional,” kata Vandiko.

Kunjungan ini juga dihadiri oleh perwakilan BBWS Sumatera II Marwansyah, BRIN Budi Kartina, Kementan RI Risda Sinaga, serta sejumlah pejabat daerah seperti Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom, Kepala Bapperida Rajoki Simarmata, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang, Kepala BPKAD Melva Siboro, Plt. Kadis PU Rudimanto Limbong, dan Camat Harian Hartopo Manik.

Dengan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, pengembangan Samosir bawang putih diharapkan dapat menjadi model baru pertanian terpadu sekaligus memperkuat kemandirian pangan Indonesia. (Red/Rel).

Sumber: Dinas Kominfo Kabupaten Samosir

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news