Jakarta, Redaksisatu.Id.batubara – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum Republik Indonesia mendorong mahasiswa di Jawa Barat untuk mulai mengubah hasil riset kampus menjadi aset bisnis yang bernilai ekonomi. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan “What’s Up Campus Calls Out” (WCCO) yang akan digelar di Gedung Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) Institut Teknologi Bandung (ITB), Selasa 12 Mei 2026.
Forum bertema “Dari Riset Jadi Aset” itu disiapkan sebagai wadah untuk memperkuat komersialisasi hasil penelitian kampus agar tidak berhenti hanya pada publikasi ilmiah.
Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Hermansyah Siregar, mengatakan jumlah paten yang terdaftar di Indonesia sepanjang 2025 mencapai 8.760 paten. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 persen atau sebanyak 3.418 berasal dari invensi dalam negeri.
Meski demikian, menurut Hermansyah, tantangan terbesar saat ini adalah banyak inovasi yang hanya kuat di atas kertas tetapi belum mampu masuk ke pasar dan memberikan nilai ekonomi nyata.
“Kita masih menghadapi persoalan mengapa banyak inovasi hebat belum berkembang menjadi produk yang dimanfaatkan masyarakat,” ujar Hermansyah Siregar di Gedung DJKI, Jakarta, Senin 11 Mei 2026.
Melalui kegiatan ini, DJKI ingin mengubah pola pikir mahasiswa agar riset tidak hanya dilakukan demi kepentingan akademik, tetapi juga diarahkan menjadi solusi bisnis yang berkelanjutan dan memiliki daya saing.
Hermansyah menegaskan pemerintah hadir memberikan kemudahan dalam pendaftaran serta perlindungan hukum terhadap karya intelektual para inventor muda. Menurutnya, dukungan tersebut penting agar inovasi dari laboratorium dapat berkembang menuju tahap komersialisasi.
Acara ini akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional sebagai pembicara, di antaranya Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, ekonom Gita Wirjawan, Guru Besar ITB Prof. Veinardi Suendo, hingga pengamat Rocky Gerung.
Kegiatan tersebut juga akan dibuka langsung oleh Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara dan dimeriahkan penampilan spesial dari Marcell Siahaan serta Firman Siagian.
Selain diskusi, DJKI juga memberikan kesempatan kepada para inventor muda untuk mempresentasikan ide dan hasil riset mereka. Peserta nantinya berpeluang memperoleh bimbingan langsung hingga akses pendanaan awal untuk pengembangan inovasi.
“Kami ingin mendorong lahirnya generasi pencipta masa depan yang mampu mengubah dunia melalui karya intelektual yang bernilai ekonomi,” kata Hermansyah.
Acara yang dipandu Fristian Griec dan Dian Mirza tersebut menargetkan sekitar lima ribu peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa, hingga investor.
Pendaftaran peserta dapat dilakukan melalui tautan bit.ly/WCCO_ITB. (Red/Rel).

