Tangerang Selatan, Redaksisatu.Id.Batubara — Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai terus memperkuat strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sistem digitalisasi. Langkah tersebut dilakukan dengan menggelar kunjungan kerja dan studi komparatif ke Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Provinsi Banten.
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Pelaksana harian (Plh) Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, bersama Asisten Administrasi dan Umum Walman Riadi P Girsang, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola PAD dan OPD terkait di lingkungan Pemko Tanjungbalai.
Pemko Tanjungbalai memilih Kota Tangsel sebagai tujuan studi komparatif karena dinilai berhasil menerapkan sistem digitalisasi daerah secara optimal. Keberhasilan tersebut terlihat dari capaian Tangsel dalam penghargaan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) wilayah Jawa-Bali.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel, Selasa (19/05/2026), Muhammad Fadly Abdina mengatakan pihaknya ingin mempelajari langsung sistem digitalisasi yang telah diterapkan Pemerintah Kota Tangsel.

“Kami mendapat banyak gambaran bagaimana sistem yang ada di Kota Tangsel dan ini bisa diaplikasikan di Kota Tanjungbalai. Alasannya adalah Tangsel itu TP2DD-nya terbaik se-Indonesia. Kedua, optimalisasi potensi yang ada,” ujarnya.
Menurut Fadly, perkembangan teknologi informasi menuntut pemerintah daerah menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah dan efisien. Karena itu, optimalisasi PAD tidak hanya berfokus pada peningkatan penerimaan daerah, tetapi juga membangun sistem pelayanan berbasis digital yang mempermudah masyarakat.
Ia menilai pendekatan digital mampu meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan transparan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menjelaskan bahwa Pemkot Tangsel terus mengembangkan layanan publik berbasis digital agar masyarakat dapat mengakses pelayanan tanpa harus datang langsung ke kantor pemerintahan.

“Sekarang segala pelayanan harus dilakukan dari rumah. Karena orang-orang semakin sibuk, padat kegiatannya. Ibu rumah tangga pun punya pekerjaan lain, misal jualan online dan lain sebagainya sambil mengurus anak,” kata Pilar.
Menurutnya, sistem pembayaran dan administrasi daring terus dikembangkan agar dapat diakses masyarakat kapan saja dan dari mana saja. Langkah itu dilakukan untuk menyesuaikan tingginya mobilitas masyarakat perkotaan.
Hasil studi komparatif tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan pengembangan sistem administrasi di Kota Tanjungbalai, khususnya dalam penerapan pembayaran pajak dan retribusi berbasis digital.
Pemko Tanjungbalai berharap penerapan sistem digitalisasi tersebut dapat meningkatkan PAD sekaligus mendorong pelayanan publik yang lebih modern, cepat dan efisien bagi masyarakat. (OK. Zulfan).
Sumber: Dinas Kominfo Kota Tanjungbalai

