Tapanuli Utara l Redaksisatu.Id.batubara
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) bersama Tenaga Pendamping Profesional (TPP) melaksanakan kegiatan evaluasi dan pengendalian penggunaan Dana Ketahanan Pangan yang bersumber dari alokasi 20% Dana Desa di wilayah Kecamatan Siborongborong, Senin (27/10/2025).
Kegiatan yang digelar di aula Kecamatan Siborongborong tersebut dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Dinas PMD Tapanuli Utara, Satya Dharma Nababan, dan turut dihadiri oleh Sekretaris Camat Siborongborong, para Kepala Desa, Direktur BUMDes, serta Pendamping Desa.
Dalam arahannya, Satya Dharma Nababan menekankan pentingnya pengelolaan dana ketahanan pangan secara transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Ia juga mendorong agar setiap desa mampu mengembangkan potensi lokal untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
“Program ketahanan pangan tidak hanya soal pertanian atau peternakan, tetapi bagaimana desa dapat menciptakan rantai nilai ekonomi dari potensi yang dimiliki, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Satya Dharma Nababan.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelaksanaan program ketahanan pangan di Kecamatan Siborongborong berjalan cukup baik. Fokus utama diarahkan pada pengembangan komoditas pertanian seperti kentang dan cabai merah, serta peternakan bebek petelur yang dikelola oleh BUMDes di masing-masing desa.
Salah satu capaian yang diapresiasi datang dari Desa Paniaran, yang berhasil mengembangkan usaha peternakan bebek petelur secara berkelanjutan. Hasil produksinya kini menjangkau pasar hingga ke kawasan wisata Air Panas Sipoholon, yaitu para pelaku usaha setempat memanfaatkan telur-telur tersebut untuk kebutuhan kuliner dan usaha makanan bagi wisatawan.
Program seperti ini dinilai berhasil menciptakan sinergi antara ketahanan pangan desa dengan sektor pariwisata dan ekonomi lokal, sekaligus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam memanfaatkan Dana Desa secara kreatif dan produktif.
Secara keseluruhan, Kecamatan Siborongborong mengelola dana ketahanan pangan sebesar Rp3,6 miliar, yang dilaksanakan oleh 20 BUMDes berbadan hukum. Melalui kegiatan evaluasi ini, diharapkan seluruh desa di Tapanuli Utara semakin optimal dalam menyalurkan dan mengelola dana ketahanan pangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Plt. Kadis PMD Satya Dharma Nababan menutup kegiatan dengan apresiasi terhadap kerja keras para Kepala Desa dan pengurus BUMDes. “Dengan sinergi, inovasi, dan pengawasan yang baik, desa-desa di Tapanuli Utara akan mampu menjadi pondasi kuat bagi kemandirian pangan dan ekonomi daerah,” pungkasnya. (Red/Rel).

