Acara Syukuran Tokoh Masyarakat Desa Kuala Indah OK. M. Nasir Berlangsung Meriah demi Tunaikan Nazar Sembelih Kerbau

Batu Bara, Redaksisatu.Id.batubara — Acara syukuran tokoh masyarakat Desa Kuala Indah, OK. M. Nasir, digelar secara meriah untuk menepati janji yang pernah diikrarkannya secara pribadi. Kegiatan perayaan keagamaan dan adat ini dipusatkan di Dusun 4 Pantai Desa Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara, pada Senin, 8 Juni 2026.

Acara syukuran tokoh masyarakat Desa Kuala Indah ini dibanjiri oleh kehadiran ribuan warga yang tinggal di seputaran desa setempat. Selain masyarakat biasa, terlihat hadir Kepala Desa Kuala Indah Matsah, petugas Bhabinkamtibmas, Ketua BPD Kuala Indah, para pemuka agama, tokoh masyarakat, pemuka adat, seluruh kepala dusun, hingga jajaran perangkat desa.

OK. M. Nasir dalam untaian kata sambutannya menerangkan bahwa kenduri besar ini dilakukan demi menuntaskan nazar yang sempat ia ucapkan pada beberapa tahun yang lalu. Janji tersebut sengaja diucapkan sebagai bentuk harapan mendalam atas status kepemilikan tanah kelahiran yang ditinggalinya bersama warga.

Berdasarkan ceritanya, beberapa tahun silam ia pernah berjanji apabila area lahan milik Desa Kuala Indah batal dibeli oleh pihak PT Pelindo Kuala Tanjung, maka ia berniat melaksanakan pesta syukuran. Janji tersebut berupa pemotongan satu ekor kerbau yang lokasi acaranya wajib bertempat di sekitar area situs benda bersejarah berupa meriam kuno.

syu

Mengenai keberadaan meriam bersejarah peninggalan perang zaman dulu tersebut, OK. M. Nasir berpesan agar semua warga ikut menjaga kelestariannya. Peninggalan fisik itu dinilai mempunyai nilai historis yang teramat tinggi bagi perjalanan kehidupan masyarakat lokal di wilayah Kuala Tanjung.

Ia juga menyempatkan diri untuk membeberkan ringkasan cerita masa lalu terkait keberadaan senjata meriam tua tersebut di Desa Kuala Indah. Merujuk pada penuturannya, meriam itu pada mulanya adalah hadiah pemberian dari pihak pemerintah Portugis untuk Raja Siak, yang kemudian diserahkan lagi oleh sang raja kepada OK. Sokin.

Warga sekitar meyakini bahwa instalasi meriam yang terletak di area pinggir pantai Kuala Indah itu adalah peninggalan berharga dan bukan sekadar besi tua biasa. Oleh sebab itu, eksistensi dan keberadaannya di tengah pemukiman terus dijaga dengan baik serta dihormati oleh penduduk setempat dari generasi ke generasi.

Sebelum menutup pidatonya, OK. M. Nasir menyatakan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada Allah SWT atas terkabulnya doa bersama warga desa. Hal ini dikarenakan PT Pelindo Kuala Tanjung pada akhirnya resmi membatalkan rencana pembelian tanah di Desa Kuala Indah yang tadinya akan diubah menjadi kawasan industri baru. (OK. Zulfan).

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news