Pesisir Selatan, Redaksisatu.Id.Batubara — Banjir terjang Tapan kembali melanda pemukiman warga dan jalur transportasi antarprovinsi akibat tingginya curah hujan yang terjadi di wilayah tersebut. Luapan sungai berarus deras menyebabkan terputusnya akses kendaraan yang menghubungkan Sumatera Barat dan Bengkulu.
Banjir terjang Tapan ini dipicu oleh hujan deras dengan intensitas sangat tinggi pada Sabtu sore (10/10/2026). Tingginya pasokan air membuat aliran Sungai Batang Tapan meluap melampaui tanggul.
Genangan air meluap dan menutupi badan jalan lintas Tapan menuju Bengkulu. Lokasi musibah ini berada di wilayah Nagari Tapan, Kecamatan Basa Ampek Balai (BAB) Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat.
Merespons luapan air tersebut, Pemerintah Kecamatan BAB Tapan bergerak cepat meninjau lokasi kejadian. Langkah cepat diambil demi memastikan keselamatan warga yang berada di kawasan terdampak.
Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Basa Ampek Balai Tapan Mukhtar Lovi turun langsung memantau ketinggian air pada pukul 20.23 WIB. Kehadiran pihak kecamatan bertujuan untuk memantau situasi secara terukur.
Mukhtar Lovi mengimbau warga sekitar agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dari ancaman bahaya luapan susulan. Kondisi cuaca yang tidak menentu berpotensi menambah kedalaman air.
Dalam kegiatan pemantauan lapangan itu, Mukhtar Lovi didampingi oleh aparat keamanan dan pemerintah desa. Hadir Babinsa BAB Tapan Koptu Dayan Eka Putra mendampingi di lokasi banjir.
Dua pimpinan nagari juga ikut mendampingi peninjauan arus banjir di jalan lintas. Tampak Wali Nagari Tapan Muswardi dan Wali Nagari Tapan Robi Indra memantau kondisi rumah warganya.
Mukhtar Lovi mengumumkan bahwa akses jalan lintas Padang menuju Bengkulu terpaksa ditutup untuk sementara waktu. Kebijakan ini diambil demi menghindari kecelakaan lalu lintas bagi pengguna jalan.
Penutupan jalan lintas antarprovinsi ini bertujuan untuk meminimalkan dampak kerusakan rumah warga. Hempasan gelombang air dari kendaraan yang melintas berisiko merusak dinding rumah di pinggir jalan.
Sekcam BAB Tapan menegaskan bahwa keselamatan warga dan pengguna jalan menjadi prioritas utama pihak pemerintah. Pengendara diminta tidak memaksakan diri menerobos genangan air yang deras.
Hasil pengukuran di lapangan menunjukkan ketinggian air mencapai kurang lebih satu meter dari atas permukaan jalan raya. Ketinggian air ini dinilai sangat membahayakan bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.
Pemerintah Kecamatan BAB Tapan berjanji akan menyiagakan petugas di lokasi banjir secara berkala. Pemantauan tren naik turunnya air sungai dilakukan hingga kondisi benar-benar normal.
Pengalihan arus atau penutupan jalan lintas ini akan dicabut setelah air benar-benar surut. Pihak kecamatan menjamin jalan baru dibuka jika situasi sudah dipastikan aman untuk dilalui.
Mengenai total nilai kerugian material akibat banjir tersebut, pihak kecamatan belum bisa memberikan rincian pasti pada Sabtu malam. Pendataan resmi masih menunggu proses surutnya air di pemukiman.
Pemerintah kecamatan memperingatkan warga yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Batang Tapan untuk tetap bersiap menghadapi segala kemungkinan. Petunjuk keselamatan dari petugas di lapangan wajib dipatuhi bersama. (Red/N).

