Bundo Kanduang Tebing Tinggi Didorong Perkuat Budaya dan Pembangunan

Tebing Tinggi, Redaksisatu.Id.batubara — Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, mendorong organisasi Bundo Kanduang Kota Tebing Tinggi untuk semakin solid dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah, pelestarian budaya, serta penguatan kehidupan sosial masyarakat.

Harapan tersebut disampaikan Iman saat menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Bundo Kanduang Kota Tebing Tinggi Tahun 2026 di Anjungan Sri Mersing, Jalan Dr. Sutomo, Rabu (28/10/2026). Ia hadir didampingi Ketua TP PKK Kota Tebing Tinggi, Ny. Hj. Susmira Wanti Iman Irdian Saragih.

Dalam sambutannya, Iman menegaskan bahwa Bundo Kanduang memiliki peran penting dalam menjaga kehormatan keluarga, melestarikan adat istiadat, dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya.

Menurutnya, Bundo Kanduang bukan sekadar sosok perempuan dalam keluarga, melainkan juga simbol kebijaksanaan, kasih sayang, dan penjaga nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun.

Ia juga mengingatkan pentingnya falsafah Minangkabau, “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah”. Falsafah tersebut menegaskan bahwa adat dan kehidupan masyarakat berlandaskan nilai-nilai agama yang menjadi pedoman dalam membangun keluarga dan kehidupan bermasyarakat.

Iman berharap, memasuki usia ketiga, Bundo Kanduang Kota Tebing Tinggi semakin matang dalam berorganisasi, memperluas manfaat bagi masyarakat, serta memperkuat komitmen dalam menjaga budaya dan mempererat silaturahmi.

Bundo Kanduang Hadir di 12 Kabupaten/Kota dan 28 Negara

Ketua Umum Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau, Hj. Herlina Mansur, dalam sambutannya menjelaskan bahwa organisasi tersebut didirikan pada 1974 di Payakumbuh.

Ia menyampaikan bahwa Bundo Kanduang saat ini telah hadir di 12 kabupaten/kota dan 28 negara. Menurutnya, keberadaan organisasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga dan mengembangkan adat budaya Minangkabau, termasuk di tengah masyarakat yang berada di luar daerah asalnya.

Herlina juga mengapresiasi kepemimpinan Etty Misviyeni selaku Ketua Bundo Kanduang Kota Tebing Tinggi. Ia mengajak seluruh anggota untuk terus bekerja keras melestarikan adat dan budaya, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas.

Ia menegaskan bahwa Bundo Kanduang siap bersinergi dengan Pemerintah Kota Tebing Tinggi untuk mendukung pembangunan daerah tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur.

Sementara itu, Ketua Bundo Kanduang Kota Tebing Tinggi, Etty Misviyeni, menyampaikan bahwa Bundo Kanduang memiliki kedudukan penting sebagai penjaga adat, kehormatan, dan pembimbing generasi muda.

Etty berharap peringatan HUT ke-3 ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan anggota, meningkatkan kreativitas organisasi, dan memperluas penerimaan masyarakat terhadap kegiatan pelestarian budaya.

Ia juga mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga falsafah “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah” sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Ditutup dengan Pemotongan Tumpeng dan Bazar UMKM

Puncak peringatan HUT ke-3 Bundo Kanduang Kota Tebing Tinggi dilanjutkan dengan pemotongan nasi tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur, sesi foto bersama, dan ramah tamah.

Setelah rangkaian acara seremonial selesai, Wali Kota Tebing Tinggi bersama para tamu undangan meninjau stan bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berada di sebelah Anjungan Sri Mersing.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Ketua DPRD Tebing Tinggi, Anda Yasser, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Deni Saragih, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Ghazali Rahman, serta Kepala BPKPD Sri Imbang Jaya Putra.

Hadir pula perwakilan pengurus Bundo Kanduang dari Medan, Asahan, Langkat, dan Pematang Siantar, serta tamu undangan lainnya.

Peringatan HUT ke-3 ini diharapkan memperkuat peran Bundo Kanduang Kota Tebing Tinggi dalam menjaga warisan budaya Minangkabau, membangun kebersamaan masyarakat, dan mendukung pembangunan daerah. (Supriadi Gugun).

Sumber: Dinas Kominfo Kota Tebing Tinggi.

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news