Erick Thohir Siapkan Transformasi Besar Pemuda dan Olahraga Nasional 2026

Jakarta — Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memaparkan 20 agenda besar pengembangan kepemudaan dan olahraga yang akan dijalankan sepanjang tahun 2026. Paparan tersebut disampaikan dalam acara silaturahmi bersama insan pers di Jakarta, Selasa malam (24/02/2026).

Agenda besar pemuda dan olahraga 2026 mencakup pembenahan menyeluruh, mulai dari tata kelola hingga peningkatan prestasi atlet. Erick menjelaskan bahwa program yang disiapkan meliputi due diligence, transformasi kelembagaan, dan reformasi birokrasi di lingkungan kementerian.

Selain itu, pemerintah akan merevisi Peraturan Presiden tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Kementerian juga telah menjalankan ASEAN Para Games serta menyiapkan peta jalan dan pedoman pemanfaatan aset olahraga secara lebih terstruktur.

Agenda lainnya mencakup penyelenggaraan pertemuan Menteri Pemuda dan Olahraga tingkat Asia Tenggara. Kementerian juga menindaklanjuti nota kesepahaman dengan Kementerian Perindustrian terkait standardisasi dan perizinan perlengkapan olahraga.

Erick menyampaikan bahwa Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 akan dicabut. Selain itu, sebanyak 191 Permenpora akan diregulasi ulang melalui pendekatan omnibus untuk menyederhanakan aturan.

Pembangunan akademi olahraga dan pusat pelatihan tim nasional menjadi bagian penting dari agenda 2026. Revitalisasi Cibubur Youth Elite Sport Center juga dilakukan untuk dikembangkan menjadi pusat sport science dan rehabilitasi atlet.

Kementerian menargetkan pelaksanaan car free day di seluruh kota di Pulau Jawa, dengan sasaran utama 514 kabupaten/kota di Indonesia. Program manajemen talenta nasional juga disiapkan dengan fokus pada 21 cabang olahraga unggulan di sekolah.

Untuk menjamin masa depan atlet, pemerintah merancang sistem dana pensiun atau jaminan masa depan atlet. Selain itu, akan digelar youth camp, pembinaan tenaga olahraga untuk kelompok disabilitas, serta lomba debat dan pidato tingkat nasional.

Agenda lain yang disiapkan adalah Indonesia Sports Summit dalam rangka Hari Olahraga Nasional dan Indonesia Youth Summit dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda. Program pertukaran pemuda antarnegara juga akan diperluas.

Di sektor prestasi internasional, kementerian mulai menyiapkan persiapan Asian Games dan Asian Para Games. Erick menegaskan bahwa sejumlah program bersifat multiyears atau membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk dituntaskan.

Ia mencontohkan pembangunan akademi olahraga, pusat pelatihan tim nasional, penerapan dana pensiun atlet, serta persiapan ajang multievent internasional seperti Asian Games dan Olimpiade yang memerlukan perencanaan jangka panjang.

Karena itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga telah mengajukan pengelolaan anggaran secara multiyears kepada Kementerian Keuangan. Langkah ini dinilai penting agar program berjalan berkelanjutan.

Untuk tahun 2026, kementerian mendapat dukungan anggaran sebesar Rp1,150 triliun. Erick mengakui anggaran tersebut belum sepenuhnya mencukupi untuk menopang seluruh program. Namun, ia menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan terhambatnya pembangunan pemuda dan olahraga nasional. (Sc).

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news