Simalungun, Redaksisatu.Id.Batubara — Panen jagung menjadi momentum yang sangat krusial bagi para petani lokal dalam memastikan hasil bumi dapat dikelola dengan optimal hingga siap dipasarkan.
Guna mendukung kelancaran proses pascapanen tersebut, aparat Babinsa Koramil 10/Tanah Jawa Kodim 0207/Simalungun terjun langsung memberikan pendampingan kepada para petani.
Aksi nyata ini berlangsung di wilayah Nagori Bahjambi II, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun pada hari Sabtu (26/09/2026).
Prajurit TNI yang bertugas di lapangan, Serda H. Purba, melangsungkan agenda komunikasi sosial sembari membantu warga secara langsung.
Serda H. Purba membantu seorang petani bernama Junianto dalam menjalankan proses penggilingan jagung hasil panen terbaru.
Kehadiran jajaran Babinsa di area pertanian tersebut tidak cuma sebatas membantu pekerjaan fisik mengolah hasil panen warga semata.
Di sela-sela aktivitas pekerjaan, Serda H. Purba melangsungkan dialog interaktif bersama para warga yang berada di lokasi.
Sesi interaksi ini dimanfaatkan secara efektif untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menyuntikkan motivasi bagi para petani.
Pendampingan rutin ini dirancang sebagai bentuk komitmen Babinsa dalam menjalin kedekatan dengan para pelaku sektor pertanian di daerah binaan.
Petani dinilai memiliki peran kunci sebagai garda terdepan dalam menggerakkan roda perekonomian serta menjaga ketersediaan pangan daerah.
Dalam kesempatan itu, Serda H. Purba memberikan dorongan semangat kepada petani untuk terus memajukan serta menguatkan usaha pertanian mereka.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga standar kualitas hasil panen serta memaksimalkan setiap tahap pengelolaan hasil bumi secara efisien.
Bagi jajaran prajurit Babinsa, hadir dan terlibat langsung dalam rutinitas warga merupakan kewajiban utama dari tugas pembinaan teritorial.
Melalui interaksi lapangan ini, pihak keprajuritan dapat memahami secara utuh kondisi nyata serta kebutuhan mendesak para warga binaan.
Agenda kerja di Nagori Bahjambi II membuktikan bahwa pendampingan TNI terhadap petani tidak berhenti saat masa tanam saja.
Pengawalan dilakukan secara berkesinambungan hingga memasuki tahap pemrosesan pascapanen agar nilai jual produk tetap tinggi.
Komunikasi yang terjalin secara konsisten diharapkan mampu mendongkrak semangat dan daya juang petani dalam meningkatkan angka produksi.
Langkah kolaborasi ini menjadi pilar utama Koramil 10/Tanah Jawa dalam memupuk budaya gotong royong demi kokohnya ketahanan pangan di Simalungun. (Budi Santoso).
Sumber: Penerangan Kodim 0207 Simalungun.

