Asahan, Redaksisatu.Id.batubara — Harga TBS kelapa sawit di wilayah Kabupaten Asahan kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Langkah cepat diambil oleh Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., dengan memimpin langsung rapat evaluasi perkembangan harga komoditas tersebut. Pertemuan penting ini digelar di Aula Mawar Kantor Bupati Asahan pada Kamis, 4 Juni 2026.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh jajaran pejabat penting, mulai dari Wakil Bupati Asahan, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Asahan, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga seluruh pimpinan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi di area Kabupaten Asahan. Kehadiran seluruh pihak ini bertujuan untuk menyamakan persepsi mengenai standardisasi harga di tingkat lokal.
Bupati Taufik Zainal Abidin dalam pembukaannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh undangan yang hadir. Pemerintah sengaja mengadakan pertemuan ini untuk membedah situasi riil harga jual kelapa sawit di Asahan, sekaligus mencari solusi agar nilainya sejalan dengan regulasi resmi pemerintah.
Harga TBS kelapa sawit yang menjadi acuan saat ini mengacu pada instruksi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, yaitu senilai Rp 3.252 per kilogram. Pemerintah Kabupaten Asahan menaruh harapan besar agar stabilitas angka tersebut dapat diterapkan di daerah demi mendukung kesejahteraan para petani lokal.

Kondisi riil di lapangan berdasarkan data akhir Mei 2026 menunjukkan harga TBS kelapa sawit di Asahan masih berada di angka Rp 2.580 per kilogram. Fakta ini memperlihatkan adanya selisih yang cukup besar jika dibandingkan dengan nominal standar yang sudah ditetapkan oleh pihak provinsi.
Bupati Asahan menegaskan bahwa nilai beli di tingkat petani idealnya tidak merosot terlalu jauh dari angka patokan Sumatera Utara. Keselarasan harga ini sangat krusial agar para petani mendapat keuntungan yang proporsional dan merasakan keadilan dari hasil panen mereka.
Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., turut memberikan arahan tegas kepada seluruh manajemen PKS yang hadir. Ia meminta para pengusaha mengontrol rantai pasok dan menginstruksikan para agen pembelian di lapangan agar tidak menjatuhkan harga beli dari petani secara sepihak.
Kerja sama yang solid antarinstansi dan pelaku usaha menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ini. Sinergi ini dibutuhkan untuk mencegah permainan harga yang merugikan, mengingat sektor pertanian sawit merupakan fondasi utama perputaran ekonomi bagi masyarakat Asahan.
Merespons arahan tersebut, perwakilan pimpinan PKS menyatakan komitmen mereka untuk mematuhi regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Meski demikian, pihak perusahaan menggarisbawahi bahwa penentuan harga beli harian di lapangan tetap akan disesuaikan dengan kapasitas serta kemampuan operasional masing-masing pabrik.
Pihak pengusaha kelapa sawit juga menyatakan kesiapan mereka untuk terus mendukung program kerja pemerintah daerah. Sektor swasta berkomitmen mengawal realisasi visi dan misi pembangunan demi kemajuan ekonomi masyarakat di Kabupaten Asahan secara berkelanjutan. (OK. Zulfan).
Sumber: Dinas Kominfo Kabupaten Asahan.

