Dairi, Redaksisatu.Id.batubara — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemerintah Kabupaten Dairi sukses menyelenggarakan acara perlombaan membaca dan bercerita bagi anak-anak. Agenda besar yang diberi nama Lomba Bertutur Tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten ini dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, mulai dari tanggal 10 sampai 12 Juni 2026. Lokasi panggung perlombaan dipusatkan di Gedung Perpustakaan Raja Naga Jambe yang berada di dalam lingkungan Taman Rekreasi Sidikalang.
Lomba Bertutur Tingkat SD dan MI ini ditutup secara resmi oleh Ketua TP PKK Dairi yang juga menjabat sebagai Bunda Literasi Dairi, Rita Puspita Vickner Sinaga, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Staf Ahli I Sri Dewi Manik pada Jumat (12/06/2026). Dalam pidato tertulisnya, pihak TP PKK menerangkan bahwa kebiasaan mendongeng atau berkisah merupakan bagian dari adat lisan yang sangat bagus untuk melatih kelancaran berkomunikasi, memupuk rasa berani tampil, serta menanamkan rasa cinta pada warisan sejarah masa lalu.

Tujuan utama dari penyelenggaraan kompetisi ini adalah untuk memicu perkembangan minat baca atau literasi anak serta menumbuhkan rasa bangga terhadap karya seni budaya asli Indonesia sejak usia dini. Lewat perlombaan ini, mental anak-anak dilatih agar lebih mandiri dan berani berbicara di depan umum. Upaya ini dirancang agar generasi muda siap menjadi panutan yang baik di masa depan. Kegiatan edukasi ini berjalan di bawah payung tema utama yaitu membangun Generasi berliterasi sejak dini melalui pelestarian budaya Daerah.

Pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Dairi diposisikan sebagai lembaga negara yang memegang tanggung jawab penuh dalam mendongkrak angka indeks kepintaran literasi warga serta menaikkan hobi membaca di tengah masyarakat. Kebiasaan membaca buku ini harus ditanamkan kepada anak-anak sedini mungkin melalui lingkungan keluarga yang nyaman dan penuh komunikasi. Gerakan ini tidak bisa jika hanya dibebankan kepada guru di sekolah saja, melainkan butuh bantuan dari orang tua, warga, dan sektor swasta demi menyambut impian Indonesia Emas tahun 2045.

Perlombaan bergengsi ini diikuti oleh sebanyak 125 orang siswa sebagai peserta. Seluruh peserta tampil di atas panggung dengan membawakan cerita rakyat bermuatan budaya lokal, yaitu kisah Legenda Si Tagandera dan kisah asal-usul Legenda Danau Toba. Setelah melalui proses penilaian yang ketat dari dewan juri, Melida Pakpahan yang merupakan siswi dari SD Negeri 037994 Juma Borno akhirnya berhasil keluar sebagai Juara I. Murid berprestasi ini nantinya akan dikirim sebagai utusan resmi Kabupaten Dairi untuk bertanding di tingkat Provinsi Sumatera Utara.
Daftar lengkap para juara dalam perlombaan ini diawali oleh Audrey Tumangger dari SD Negeri 030288 Batang Beruh yang menduduki peringkat Juara VI. Peringkat Juara V dibawa pulang oleh Renatha Sitanggang dari SD Negeri 030277 Teladan Sidikalang, sedangkan Juara IV diraih oleh Sarah Tua Ompusunggu dari SD Negeri 030290 Punguan Nauli. Untuk posisi tiga besar, Juara III sukses disabet oleh Cecilia Simanjorang dari SD Plus Ark Sidikalang dan posisi Juara II ditempati oleh Delima Butar Butar dari sekolah SD Negeri 030285 Sidikalang.
Acara penutupan perlombaan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat penting di bidang pendidikan dan kearsipan daerah. Beberapa tokoh yang tampak hadir di antaranya adalah Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Abdimar Tamba, Sekretaris Dinas Pendidikan Mariady Simanjorang, seluruh staf pegawai Dinas Perpustakaan, serta para pengurus dari Ketua Pokja TP PKK Kabupaten Dairi. (Win).
Sumber: Dinas Kominfo Kabupaten Dairi.

