Pelatihan Wanteror Dasar 2026 Resmi Membuka Babak Baru Penguatan Kemampuan Pasukan Brimob

Depok, Redaksisatu.Id.batubara — Pelatihan Wanteror Dasar 2026 bagi anggota Korps Brimob Polri resmi dimulai untuk meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi ancaman kejahatan intensitas tinggi. Program pembekalan khusus bagi pasukan elit kepolisian ini dibuka secara resmi melalui upacara ketatanegaraan yang khidmat.

Pelatihan Wanteror Dasar 2026 ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas Komandan Satuan Latihan Brimob Korbrimob, Brigjen Pol. Deonijiu De Fatima. Upacara pembukaan yang menandai dimulainya kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 4 Juni 2026.

wan

Sejumlah pejabat penting turut hadir dalam upacara pembukaan ini, di antaranya Danden Platina Satlat Brimob Korbrimob AKBP Andy Setiawan dan Kabagops Satbrimob Polda Jawa Tengah AKBP Supandi. Selain itu, hadir pula Danden Gegana Satbrimob Polda Jawa Tengah Kompol Jon Peri, Wadanden Platina Satlat Brimob Korbrimob Kompol Iskandar, beserta para tamu undangan.

Proses pendidikan dan penggemblengan ini dijadwalkan akan berlangsung selama 26 hari penuh. Menurut rencana, seluruh rangkaian kegiatan belajar serta latihan ini berjalan terhitung sejak tanggal 4 sampai dengan 29 Juni 2026.

Tempat pelaksanaan latihan dipusatkan di Detasemen Platina Satuan Latihan Brimob Korbrimob Polri. Lokasi fasilitas pendidikan khusus militer ini berada di dalam Kompleks Akademi Kepolisian atau Akpol, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Slogan utama yang diusung dalam program ini berbunyi, Melalui Pelatihan Wanteror Dasar, Korps Brimob Polri Hadir sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayan Masyarakat. Tema tersebut menggambarkan ketegasan komitmen Polri untuk menciptakan SDM yang cakap dalam operasi lapangan sekaligus berorientasi pada pelayanan warga.

wan

Plt Dansatlat Brimob Brigjen Pol. Deonijiu De Fatima memaparkan bahwa kondisi keamanan nasional saat ini semakin rumit serta berubah dengan cepat. Dinamika tersebut menuntut kesiapsiagaan penuh dari jajaran kepolisian, khususnya Korps Brimob, guna menangkal ancaman terorisme yang bisa mengganggu stabilitas negara.

Pihak pimpinan menilai kemajuan teknologi, perkembangan situasi dunia, serta meluasnya pemikiran radikal dan tidak toleran menjadi tantangan nyata saat ini. Oleh sebab itu, peningkatan keahlian dan sifat profesional anggota di lapangan menjadi kunci utama untuk mengantisipasi masalah tersebut.

Program pengajaran penanggulangan teror tingkat dasar ini menjadi salah satu langkah nyata kepolisian untuk memperkokoh kemampuan personel. Lewat latihan ini, peserta dibekali ilmu taktis agar mampu memahami strategi, teknik, serta tata cara baku yang sesuai dengan aturan operasional.

wan

Brigjen Deonijiu meminta para peserta untuk menyiapkan ketahanan badan, ketangguhan mental, kepatuhan, serta kesetiaan yang tinggi selama belajar. Momen berharga ini harus dijadikan sarana menempa watak yang kuat dan mempertebal semangat pengabdian kepada bangsa.

Semua peserta diwajibkan mengikuti seluruh materi pelajaran dengan penuh keseriusan, tata tertib, serta rasa tanggung jawab yang tinggi. Setiap kesempatan yang ada harus dipergunakan secara maksimal untuk menyerap ilmu dan pengalaman berharga dari para pelatih atau instruktur.

Melalui program terencana ini, Korps Brimob Polri menargetkan lahirnya prajurit-prajurit yang ahli, kuat, dan selalu siap menghadapi tantangan tugas yang berat. Pembekalan ini juga ditujukan untuk mempertegas peran Brimob sebagai garda pelindung masyarakat dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Red/Rel).

Sumber: Tim Produksi Humas Korps Brimob Polri.

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news