Jawa Barat, Redaksisatu.Id.Batubara — Penguatan keamanan digital terus dipacu oleh Pemerintah Kabupaten Batu Bara guna melindungi infrastruktur informasi dan layanan publik secara optimal. Langkah strategis ini ditempuh untuk membentengi sistem pemerintahan dari potensi ancaman kejahatan siber.
Penguatan keamanan digital tersebut ditunjukkan melalui kehadiran pejabat daerah dalam acara pengukuhan 59 Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batu Bara Elpandi, S.Ag., M.H. Beliau hadir langsung memimpin rombongan daerah.
Kadis Kominfo Batu Bara tampak didampingi oleh Sekretaris Diskominfo Hamdan, S.Pdi., M.Si. Turut hadir pula Kepala Bidang Persandian Diskominfo Batu Bara Zulfan Suri, ST.

Prosesi pengukuhan 59 TTIS dipimpin secara langsung oleh Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi. Agenda nasional ini diselenggarakan di Depok, Jawa Barat, pada Selasa (06/10/2026).
Tim yang dilantik diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam menangani setiap insiden gangguan siber di instansi masing-masing. Kesiapsiagaan personil menjadi kunci vital dalam menjaga keutuhan data.
Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi menegaskan bahwa keamanan siber dan persandian merupakan fondasi utama transformasi digital nasional. Pelayanan publik berbasis teknologi harus ditopang oleh sistem keamanan yang tangguh.
Pemerintahan digital di era modern wajib dibangun secara aman dan terpercaya. Kehadiran teknologi informasi harus mampu memberikan dampak kemanfaatan yang nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Langkah strategis pembentukan 59 TTIS ini mencakup lintas sektor pemerintahan dan lembaga publik. Sebanyak 13 TTIS berasal dari kementerian dan lembaga negara.
Selanjutnya, terdapat 37 TTIS dari jajaran pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia. Sektor kesehatan diwakili oleh 7 TTIS, serta 2 TTIS dari sektor pendidikan.
Pembentukan tim siber ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Presiden meminta seluruh kementerian, lembaga, dan Pemda untuk segera membentuk tim respon insiden siber (CSIRT/TTIS).
Seluruh jenis pelayanan publik diharapkan dapat diakses secara digital oleh masyarakat luas. Warga tidak perlu lagi menghabiskan waktu dengan mengantre berjam-jam di kantor dinas.
Masyarakat juga tidak perlu repot berpindah dari satu kantor ke kantor lainnya untuk mengurus keperluan administrasi. Pemerintah hadir melayani rakyat secara praktis melalui pemanfaatan teknologi modern.
Melalui agenda ini, TTIS di seluruh Indonesia, khususnya TTIS Kabupaten Batu Bara, diharapkan dapat meningkatkan respons operasional. Koordinasi antarlembaga dituntut berjalan cepat dan akurat saat menghadapi ancaman digital.
Pada momen tersebut, Pemerintah Kabupaten Batu Bara resmi menerima Sertifikat Tanda Register Batubarakab-CSIRT. Penyerahan sertifikat ini menjadi tanda legalitas tim siber daerah.
Langkah ini mempertegas komitmen Pemkab Batu Bara dan BSSN dalam menciptakan ekosistem digital yang andal. Sistem informasi daerah dipastikan terlindungi demi kenyamanan layanan masyarakat. (OK. Zulfan).
Sumber: Dinas Kominfo Kabupaten Batu Bara.

