Puncak Kejayaan Asia, Tim Bulutangkis Beregu Putra Indonesia Sabet Emas Usai Tundukkan China

Nagoya, Redaksisatu.Id.Batubara — Puncak kejayaan Asia berhasil diraih oleh skuad Garuda pada laga pamungkas olahraga bulutangkis. Tim Bulutangkis Beregu Putra Indonesia mengamankan medali emas usai menumbangkan tim kuat China dengan skor tipis 3-2.
Puncak kejayaan Asia ini diukir dalam laga final ajang Asian Games 2026 yang berlangsung di Kota Nagoya, Jepang. Seluruh rangkaian pertandingan final dipusatkan di Arena Ichinomiya Municipal City Gymnasium.
Keberhasilan meraih emas ini sekaligus mengakhiri dahaga gelar yang telah berlangsung sangat lama. Indonesia akhirnya kembali merengkuh medali emas beregu putra Asian Games setelah menanti selama 28 tahun.
Laga diawali dengan masa-masa sulit bagi perwakilan Indonesia di partai awal. Indonesia sempat tertinggal dua poin lebih dulu dari pasukan China.
Pada partai pertama, tunggal putra Jonatan Christie harus menelan kekalahan dua gim langsung. Jonatan Christie takluk di tangan wakil China Shi Yu Qi dengan skor 13-21 dan 18-21.

putra

Atas hasil tersebut, Jonatan Christie menyampaikan permohonan maaf karena belum berhasil menyumbang angka. Pihaknya mengaku sangat kecewa dan berniat memenangkan pikiran guna menghadapi kategori perorangan.
Tekanan bagi skuad Indonesia makin berat saat partai kedua kembali dimenangi oleh lawan. Pasangan ganda putra Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri harus mengakui keunggulan lawan.
Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri kalah dari pasangan Liang Wei Keng dan Wang Chang melalui tiga gim. Pertandingan ketat tersebut berakhir dengan skor 20-22, 21-19, serta 14-21.
Shohibul Fikri bersyukur dapat menyelesaikannya tanpa cedera meski menyayangkan lepasnya kesempatan gim pertama. Fajar Alfian menilai permainan cepat lawan di area depan menjadi penentu kekalahan mereka.
Kebangkitan luar biasa Indonesia dimulai pada partai ketiga lewat aksi tunggal putra Alwi Farhan. Alwi Farhan berhasil memutus dominasi lawan dengan mengalahkan Li Shi Feng melalui pertarungan tiga gim.
Alwi Farhan menang atas Li Shi Feng dengan kedudukan 23-21, 15-21, dan 21-16. Kemenangan penting ini berhasil mengubah papan skor sementara menjadi 1-2.
Alwi Farhan mengaku bangga diberi kepercayaan turun dan berusaha menjaga asa kemenangan tim. Pihaknya berjuang sekuat tenaga untuk membuktikan bahwa perjuangan Indonesia belum berakhir.
Asa Indonesia makin menyala di partai keempat melalui sektor ganda putra. Pasangan Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin mengandaskan perlawanan He Ji Ting dan Liu Yi. Mereka menang dua gim langsung dengan skor ketat 23-21 dan 21-10.
Daniel Marthin menyebut motivasi memenangi laga lahir dari pengalaman buruk pada Asian Games 2022 di Hangzhou. Sementara itu, Leo Rolly Carnando mengapresiasi dukungan penuh dari rekan-rekan di pinggir lapangan.

putra

Partai kelima menjadi penentu kemenangan dramatis bagi kontingen bulutangkis Indonesia. Pemain tunggal putra Moh Zaki Ubaidillah tampil sebagai pahlawan penentu medali emas.
Moh Zaki Ubaidillah berhasil mengandaskan perlawanan Weng Hongyang dua gim langsung. Pemain muda ini menang dengan skor 23-21 pada gim pertama dan 21-13 pada gim kedua.
Zaki Ubaidillah mengaku perasaannya campur aduk dan sempat tegang sebelum laga dimulai. Doa orang tua serta dukungan seluruh anggota tim diakui sangat membantu menenangkan pikirannya di lapangan.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian menyampaikan rasa bahagia dan syukur atas capaian ini. Keberhasilan ini menjadi catatan manis kepengurusan pimpinan Fadil Imran pada tahun 2026.
Eng Hian mengapresiasi daya juang luar biasa para atlet yang pantang menyerah meski sempat tertinggal 0-2. Pihaknya meminta para pemain menyegarkan pikiran agar siap bertanding pada nomor perorangan.
Eng Hian juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim CdM atas pengawalan sejak di Jakarta hingga Nagoya. Keberhasilan ini membuktikan program pembinaan di PBSI terus berjalan untuk mencetak atlet berprestasi. (Sc).
Sumber: Humas PBSI.

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news