Serdang Bedagai, Redaksisatu.Id.batubara — Sekolah Rakyat mendapatkan perhatian dan keseriusan penuh dari pihak Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai dalam pelaksanaannya di lapangan. Pemerintah daerah menunjukkan komitmen tinggi dengan tidak sekadar melaksanakan agenda sosialisasi di dalam ruangan saja. Petugas berwenang memilih untuk langsung bergerak melakukan aksi nyata dengan mendatangi satu per satu rumah tinggal milik warga setempat.
Sekolah Rakyat ini disosialisasikan secara langsung oleh Asisten Ekonomi Pembangunan Setdakab Sergai bernama Kaharuddin. Langkah turun ke lapangan ini diambil tepat setelah dirinya menyelesaikan agenda pertemuan resmi di Kantor Camat Bintang Bayu pada hari Jumat, 26 Juni 2026. Pertemuan massal tersebut dihadiri oleh jajaran Kepala Desa serta Kepala Dusun yang ada di wilayah kecamatan tersebut.
Sekolah Rakyat sendiri merupakan sebuah program pendidikan unggulan yang digagas langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Untuk wilayah Sergai, lokasi fasilitas pendidikan ini didirikan di sekitar area pusat perkantoran daerah. Area tersebut meliputi kawasan Gedung Perpustakaan Daerah, Masjid Agung Serdang Bedagai, Pengadilan Agama, serta Pengadilan Negeri Sei Rampah.
Sekolah Rakyat pada tahun ajaran baru 2026 ini dijadwalkan mulai membuka daya tampung kuota bagi sebanyak 270 orang siswa-siswi. Jumlah kuota peserta didik tersebut dibagi secara merata untuk tiga tingkatan sekolah yang berbeda. Rinciannya terdiri atas SRD sebanyak 90 siswa, tingkatan SRMP sebanyak 90 siswa, serta tingkatan SRMA sebanyak 90 siswa.

Sekolah Rakyat ini menjadi tujuan utama saat Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Keuangan, Kamaluddin, bergerak menyisir pemukiman warga. Dalam aksi peninjauan langsung tersebut, ia turut didampingi oleh Camat Bintang Bayu Hendra Irwansyah serta Kaharuddin. Tim gabungan ini mendatangi rumah penduduk yang memiliki anak berpotensi menjadi murid di Desa Ujung Negeri Hulu.
Sekolah Rakyat menjadi topik obrolan utama saat tim pemda mengadakan sesi dialog tatap muka bersama orang tua anak yang menjadi calon siswa. Kegiatan ini sengaja dilaksanakan demi memastikan kesiapan serta kesediaan dari pihak keluarga dan sang anak untuk didaftarkan ke sekolah. Kaharuddin menaruh harapan besar agar pihak kecamatan serta jajaran pemerintah desa memberikan dukungan penuh agar program ini berjalan lancar.
Sekolah Rakyat ini dipastikan sebagai sebuah program pemberian beasiswa penuh dengan sistem asrama yang ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Melalui metode pendekatan langsung ke rumah warga ini, informasi mengenai program pendidikan gratis bisa tersampaikan dengan utuh. Langkah ini juga menjamin bantuan pendidikan bisa menjangkau target anak sekolah secara tepat sasaran bagi warga yang sangat membutuhkan.
Sekolah Rakyat ini diharapkan bisa dinikmati oleh masyarakat kelas bawah yang selama ini kesulitan biaya pendidikan. Oleh karena itu, seluruh Kepala Desa dan Kepala Dusun diminta untuk lebih aktif lagi dalam bergerak menyisir rumah penduduk. Aparat desa wajib mencari warga yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2 pada sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN. (Rasum).

