Toba, Redaksisatu.Id.batubara — Pemerintah Kabupaten Toba terus berupaya memperluas jaringan sekolah demi pemerataan hak belajar anak-anak di daerah. Untuk mewujudkan hal tersebut, Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu mengadakan pertemuan penting dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Alexander Sinulingga, di Kota Medan pada hari Senin, 15 Juni 2026.
SMA Negeri Baru di Toba yang diusulkan oleh pemerintah daerah berjumlah dua unit sekolah. Lokasi pembangunan sekolah tingkat atas tersebut direncanakan berada di wilayah Kecamatan Porsea serta kawasan Kecamatan Balige.
Bupati Toba menerangkan bahwa sampai dengan hari ini wilayah Kecamatan Porsea sama sekali belum mempunyai fasilitas SMA Negeri. Keberadaan gedung sekolah baru di kawasan tersebut dinilai sangat mendesak agar anak-anak remaja di Porsea bisa menikmati fasilitas pendidikan yang dekat dari rumah dan murah.
Selain Porsea, pemerintah daerah juga mengajukan pendirian SMA Negeri di area Kecamatan Balige yang areanya berbatasan langsung dengan Kecamatan Tampahan. Selama ini, sebagian besar gedung SMA dan SMK di Balige hanya menumpuk di kawasan Soposurung, sehingga perlu ada pembagian fasilitas sekolah yang merata ke desa lain.

Rencana pengadaan sekolah baru ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat yang dibuktikan dengan adanya penyerahan tanah hibah secara gratis. Warga Desa Parparean I menyumbangkan tanah seluas 25.000 meter persegi atau 2,5 hektare untuk lokasi sekolah di Porsea, sedangkan warga Desa Bonan Dolok III menyiapkan lahan hibah seluas 28.686 meter persegi.
Tingginya kebutuhan gedung sekolah ini diperkuat oleh data jumlah murid sekolah menengah pertama di lapangan. Di Kecamatan Balige saat ini terdapat delapan SMP yang menampung sebanyak 252 siswa kelas VII dan 822 siswa kelas VIII, sedangkan Kecamatan Porsea memiliki tiga SMP dengan jumlah 356 murid kelas VII dan 414 murid kelas VIII.
Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara menyambut baik serta mendukung penuh rencana kerja Pemerintah Kabupaten Toba tersebut. Pihak provinsi berjanji tidak akan mempersulit izin Unit Sekolah Baru dan siap menyusun Feasibility Study atau Studi Kelayakan sebagai dasar penyusunan anggaran pembangunan fisik gedung.
Meskipun didukung penuh, pihak provinsi mengingatkan pemerintah daerah untuk segera menuntaskan masalah sertifikat tanah hibah agar tidak memicu sengketa di kemudian hari. Bupati Toba diminta segera bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional atau BPN untuk mempercepat pembuatan surat resmi kepemilikan tanah.
Tantangan lain yang harus diselesaikan adalah masalah pembagian tugas guru atau tenaga pendidik di lapangan. Pemerintah pusat saat ini sudah melarang pengangkatan guru honorer baru yang digaji lewat dana APBN, APBD, maupun dana BOS, sehingga pihak provinsi harus jeli memetakan mutasi guru PNS di 14 cabang dinas.
Bupati Toba berkomitmen untuk segera melengkapi semua berkas administrasi dan persyaratan teknis yang diminta oleh pihak provinsi. Sinergi yang kuat antara warga, pemerintah daerah, dan provinsi diharapkan bisa mempercepat pembangunan dua SMA Negeri ini demi masa depan anak-anak Toba.
Dalam kunjungan kerja ke Medan tersebut, Bupati Toba tampak didampingi oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Natalia Silitonga serta Kabag Prokopim Try Sutrisno Pandapotan. (Red/Rel).
Sumber: Dinas Kominfo Kabupaten Toba.

