Toba — Institut Teknologi Del menerima kunjungan kerja dari Pemerintah Kabupaten Simalungun pada Jumat, 6 Maret 2026. Pertemuan ini membahas pengembangan ekosistem pertanian berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang diharapkan dapat mendukung sistem pemerintahan serta pengelolaan sektor pertanian di daerah.
Kunjungan Pemkab Simalungun ke Institut Teknologi Del ini melibatkan sejumlah perangkat daerah. Rombongan terdiri dari perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Kepala Bagian Kerja Sama dan Kepala Bagian Sumber Daya Alam Setdakab Simalungun.

Kedatangan rombongan tersebut disambut langsung oleh pimpinan Institut Teknologi Del. Hadir dalam penyambutan antara lain Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi dan Kewirausahaan, serta Ketua AI Centre IT Del.
Pertemuan yang berlangsung di lingkungan kampus IT Del diawali dengan diskusi terkait peluang penerapan teknologi kecerdasan buatan dalam mendukung sistem pemerintahan daerah. Fokus pembahasan diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan pengelolaan sektor pertanian di Kabupaten Simalungun.
Dalam kesempatan tersebut, pihak IT Del juga memaparkan sejumlah inovasi yang sedang dikembangkan di lingkungan kampus. Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi dan Kewirausahaan menjelaskan tentang pengembangan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) IT Del yang berada di Pollung sebagai salah satu pusat riset dan inovasi.

Selain itu, Ketua AI Centre IT Del, Rosni Lumbantoruan, turut mempresentasikan berbagai inisiatif pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan yang sedang dikembangkan oleh tim peneliti kampus.
Tim peneliti IT Del juga memperkenalkan salah satu inovasi yang saat ini sedang dijalankan, yaitu sistem digitalisasi pelaporan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Sistem tersebut saat ini telah diimplementasikan di Kabupaten Tapanuli Utara sebagai bagian dari upaya modernisasi pengelolaan data pertanian.
Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan sistem digital yang mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan sektor pertanian di wilayah masing-masing. (Red/Rel).

