Iran Serang USS Abraham Lincoln, Tegangan Memanas Usai Serangan AS-Israel

JakartaIran kembali menunjukkan respons keras setelah serangan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026) dini hari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat Iran, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Iran melalui IRGC atau Korps Garda Revolusi Iran menyatakan telah menyerang kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, di kawasan Teluk. Pernyataan itu disampaikan pada Minggu dan dimuat media lokal, sebagaimana dilaporkan Euro News.

IRGC menyebut kapal induk USS Abraham Lincoln dihantam empat rudal balistik. Dalam pernyataannya, Garda Revolusi juga memperingatkan bahwa darat dan laut akan menjadi kuburan bagi para agresor yang mereka sebut sebagai teroris.

USS Abraham Lincoln merupakan salah satu kapal induk bertenaga nuklir milik Amerika Serikat. Angkatan Laut AS menyebut kapal tersebut sebagai kapal perang terbesar di dunia.

Kapal induk ini termasuk dalam kelas Nimitz, bagian dari sepuluh kapal induk bertenaga nuklir yang dimiliki Amerika Serikat. Kapal kelas Nimitz memiliki panjang sekitar 333 meter dan mampu mengangkut sekitar 100.000 ton peralatan, termasuk 65 pesawat serta sejumlah dudukan rudal, menurut data Angkatan Laut AS.

USS Abraham Lincoln dikirim ke Teluk pada akhir Januari. Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, menyebut pengiriman armada tersebut sebagai langkah berjaga-jaga di tengah meningkatnya ketegangan terkait tindakan keras Iran terhadap pengunjuk rasa yang memprotes kondisi ekonomi.

Selain serangan terhadap kapal induk, Iran juga melancarkan serangan drone ke pangkalan angkatan laut di Abu Dhabi. Kementerian Pertahanan setempat menyatakan dua drone Iran menyerang gudang di Pangkalan Angkatan Laut Al Salam dan memicu kebakaran di dua kontainer material umum.

Kementerian tersebut memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Tim khusus langsung diterjunkan untuk menangani dampak serangan.

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan bahwa dewan kepemimpinan sementara telah mulai bekerja setelah pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei. Pernyataan itu disampaikan melalui video yang disiarkan televisi pemerintah.

Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Iran akan melanjutkan jalan yang telah ditetapkan oleh Imam Khomeini, pendiri Republik Islam. Ia juga menyatakan militer Iran akan menghancurkan basis-basis musuh dengan tegas.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan kepada jaringan media Al Jazeera bahwa pemimpin tertinggi baru Iran akan dipilih dalam satu hingga dua hari ke depan.

Situasi di kawasan Teluk kini berada dalam ketegangan tinggi setelah rangkaian serangan dan pernyataan keras dari kedua belah pihak. (Sc).

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news