Kolaborasi BNN–BRIN Diperkuat, Riset Narkotika Baru Digenjot Hadapi Ancaman Modern

Jakarta, Redaksisatu.Id.batubara — Kolaborasi BNN BRIN menjadi langkah strategis dalam menghadapi ancaman narkotika jenis baru yang semakin kompleks. Badan Narkotika Nasional bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional sepakat memperkuat kerja sama riset dan teknologi dalam audiensi yang berlangsung di Gedung BJ Habibie, Jakarta Pusat, Rabu, 15 April 2026.

Pertemuan ini dihadiri Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, dan Kepala BRIN, Arif Satria. Keduanya membahas perluasan kolaborasi lintas sektor riset, termasuk bidang kesehatan, elektronika, hingga informatika untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan narkotika.

Dalam pertemuan tersebut, Arif Satria menyatakan kesiapan BRIN dalam mendukung tugas BNN melalui pemanfaatan infrastruktur riset dan tenaga ahli yang dimiliki. Ia menegaskan bahwa BRIN dapat berkontribusi dalam kajian teknis, seperti pemantauan kandungan senyawa tanaman hingga pengembangan alat deteksi dini narkotika baru.

brin

Menurutnya, fasilitas riset yang dimiliki BRIN termasuk yang unggul di kawasan Asia Tenggara. Hal ini memungkinkan proses identifikasi dan analisis senyawa narkotika dilakukan lebih cepat, akurat, dan efisien.

Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah memperkuat ketahanan kesehatan nasional, khususnya dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku obat. Indonesia sendiri memiliki potensi besar dengan lebih dari 31.000 spesies tumbuhan yang dapat dikembangkan sebagai bahan baku farmasi.

Namun, pemanfaatan potensi tersebut tetap memerlukan pengawasan ketat. Hal ini penting untuk mencegah penyalahgunaan tanaman yang mengandung senyawa narkotika, sehingga pemanfaatannya tetap berada dalam koridor medis dan ilmu pengetahuan.

Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi momentum penting dalam mempercepat sinergi riset, terutama untuk menghadapi munculnya zat psikoaktif baru atau New Psychoactive Substances yang terus berkembang.

brin

Ia mengungkapkan bahwa secara global telah ditemukan lebih dari 1.300 jenis zat psikoaktif baru, sementara di Indonesia sendiri telah terindikasi sekitar 115 jenis. Data ini menunjukkan bahwa ancaman narkotika terus berkembang dan membutuhkan respons yang cepat serta berbasis ilmu pengetahuan.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan proses sertifikasi bahan baku lokal untuk kebutuhan medis dan industri dapat berjalan lebih optimal dengan pengawasan bersama antara BNN, BRIN, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan. Sinergi ini juga ditujukan untuk menjamin keamanan, mutu, dan manfaat bagi masyarakat.

Pertemuan ditutup dengan komitmen kedua lembaga untuk segera menindaklanjuti kerja sama melalui langkah teknis yang terukur dan berkelanjutan guna menghadapi tantangan narkotika di masa depan. (Red/Rel).

Sumber: Biro Humas dan Protokol BNN.

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news