Simalungun, Redaksisatu.Id.batubara — Perhatian nyata terhadap kemajuan dunia pendidikan agama serta proses pembinaan mental generasi muda terus dibuktikan oleh jajaran aparat TNI di tingkat wilayah. Langkah ini dibuktikan oleh personel Babinsa dari Koramil 19 Silau Kahean Kodim 0207 Simalungun, Sertu M. Riduan, yang datang langsung mengikuti jalannya agenda Tasyakkuran sekaligus pelepasan santriawan dan santriwati Pondok Pesantren Nurul Iman untuk angkatan tahun 2025. Prosesi acara ini diselenggarakan di Nagori Silau Dunia, wilayah Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, pada hari Sabtu, 30 Mei 2026.
Pondok Pesantren Nurul Iman melaksanakan upacara kelulusan ini dalam suasana yang berjalan dengan sangat khidmat serta diselimuti rasa kekeluargaan yang erat bagi seluruh pihak. Momen perayaan tersebut menjadi hari yang amat spesial bagi para siswa didik yang telah dinyatakan berhasil menuntaskan seluruh masa pembelajaran mereka di lembaga pendidikan tersebut. Acara ini juga digelar sebagai wujud ungkapan rasa syukur yang mendalam atas keberhasilan para santri dalam mendalami ilmu agama Islam sekaligus membentuk kepribadian yang baik selama menetap di dalam asrama pesantren.

Kegiatan pelepasan kelulusan ini juga ikut dihadiri oleh sejumlah unsur pimpinan dan tokoh penting di tingkat kecamatan. Beberapa nama yang tampak hadir di lokasi acara adalah Pangulu Silau Dunia Bapak Andrian Masrudi Saragih, Babinsa Koramil 19 Silau Kahean Sertu M. Riduan, serta Kapolsek Silau Kahean Bapak Edy. Di samping para pejabat, perayaan ini juga diramaikan oleh barisan guru, tenaga pendidik Pondok Pesantren Nurul Iman, serta kelompok orang tua murid dan para tamu undangan lain.
Apresiasi yang tinggi dilayangkan oleh Sertu M. Riduan kepada segenap pengurus dan pengelola lembaga pesantren pada kesempatan tatap muka tersebut. Ia menilai pihak pondok telah mengambil andil yang sangat besar serta bergerak aktif dalam mencetak anak-anak muda yang memiliki perilaku mulia, kaya akan ilmu pengetahuan, sekaligus mempunyai jiwa cinta tanah air yang kokoh.
Menurut pandangan Sertu M. Riduan, lingkungan pesantren memegang peranan yang sangat krusial dalam menempa moralitas anak-anak sebagai generasi penerus masa depan bangsa Indonesia. Ia turut memanjatkan doa serta harapan agar seluruh santri yang dilepas pada hari itu bisa bertransformasi menjadi individu yang memberikan banyak manfaat, baik untuk lingkungan keluarga, masyarakat luas, ajaran agama, maupun bagi keutuhan negara.

Rangkaian acara tasyakkuran kelulusan ini dikemas secara meriah melalui berbagai macam sajian agenda kegiatan sejak awal hingga akhir. Jalannya acara diisi dengan pembacaan doa bersama, penyerahan hadiah serta piagam penghargaan khusus bagi para santri yang dinilai berprestasi, sampai penyampaian untaian kata perpisahan berupa pesan dan kesan dari perwakilan santri yang hendak meneruskan langkah sekolah mereka ke jenjang yang lebih tinggi.
Suasana penuh rasa haru bercampur bangga terlihat jelas menyelimuti area tempat pelaksanaan acara saat para siswa didik bergantian menerima ucapan selamat dari para ustadz, guru, dan orang tua masing-masing. Momentum perpisahan ini menjadi sebuah pembuktian konkret mengenai keberhasilan dari pihak pesantren dalam mendidik, menuntun, serta membimbing para santri hingga siap melangkah keluar untuk menghadapi segala macam bentuk tantangan di masa depan yang dinamis. (Ramlan Purba).
Sumber: Penerangan Kodim 0207 Simalungun.

