Karnaval HUT 155 Pematangsiantar Spektakuler, Ribuan Warga Padati Jalan Utama

Pematangsiantar, Redaksisatu.Id.batubara — Karnaval budaya HUT ke-155 Kota Pematangsiantar berlangsung meriah pada Jumat (24/04/2026). Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalan utama kota untuk menyaksikan parade yang menampilkan ragam seni dan budaya nusantara.

Karnaval HUT Pematangsiantar ini menghadirkan berbagai atraksi menarik. Mulai dari pertunjukan barongsai yang enerjik, parade busana adat Simalungun, Toba, Pakpak, Nias, Karo, hingga Jawa, semuanya tampil memukau dalam satu rangkaian acara.

Parade kendaraan hias berbentuk kapal serta iring-iringan becak motor khas Siantar yang dihias penuh warna menjadi pusat perhatian masyarakat. Setiap peserta tampil maksimal dengan menonjolkan identitas budaya masing-masing.

hut

Selain itu, penampilan tarian tradisional turut menambah semarak suasana. Busana adat yang dikenakan para peserta mencerminkan kekayaan budaya, khususnya budaya Batak yang sarat nilai tradisi dan kearifan lokal.

Karnaval budaya ini juga dihadiri unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan yang mampu mempererat persatuan serta menumbuhkan rasa bangga terhadap Kota Pematangsiantar.

Acara dibuka langsung oleh Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi bersama Wakil Wali Kota Herlina dan jajaran Forkopimda. Turut hadir Presiden Direktur PT STTC Edwin Bingei Purba Siboro bersama putranya Alvin Bingei.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Pematangsiantar juga menerima penghargaan sebagai kota dengan tingkat toleransi terbaik, menempati peringkat ke-4 di Indonesia.

hut

Antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya penonton di sepanjang rute karnaval. Bahkan, arus lalu lintas di Jalan Sutomo dan Jalan Merdeka sempat ditutup untuk mendukung kelancaran kegiatan.

Perayaan HUT ke-155 ini menjadi momentum penting untuk terus membangun Pematangsiantar sebagai kota yang cerdas, sehat, kreatif, dan selaras, sekaligus menjaga kelestarian budaya sebagai identitas daerah. (Ramlan Purba).

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news