Kulon Progo, Redaksisatu.Id.batubara — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di Wonolopo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (24/04/2026). Program ini disebut sebagai langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Sekolah Rakyat Kulon Progo menjadi fokus perhatian karena dirancang untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan yang berkualitas dan inklusif. Pemerintah menargetkan pembangunan berjalan sesuai rencana dengan tetap menjaga mutu konstruksi serta standar keselamatan kerja.

“Sekolah Rakyat ini dirancang sebagai solusi jangka panjang. Bukan hanya menghadirkan fasilitas pendidikan, melainkan juga membangun ekosistem pembelajaran yang lengkap dan inklusif. Kita ingin proyek ini tuntas dengan kualitas yang baik,” ujar AHY.
Proyek Sekolah Rakyat di Kulon Progo ini merupakan satu-satunya yang sedang dibangun di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan pendidikan tersebut berdiri di atas lahan sekitar 7,1 hektare dan dirancang sebagai kompleks terintegrasi dari tingkat SD, SMP hingga SMA.

Fasilitas yang disiapkan tidak hanya ruang belajar, tetapi juga asrama, kantin, sarana olahraga, lapangan sepak bola, lapangan basket, serta fasilitas pendukung lainnya. Hal ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang lengkap dan mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh.

Program ini termasuk dalam tahap kedua pembangunan Sekolah Rakyat secara nasional yang mencakup 104 lokasi di berbagai daerah. Pemerintah berharap program ini mampu menjadi solusi nyata dalam meningkatkan akses pendidikan bagi keluarga prasejahtera.
Dalam kunjungan tersebut, AHY didampingi Sekretaris Kemenko Ayodhia G.L. Kalake, Deputi Nazib Faizal, serta Staf Khusus Menko di antaranya Agust Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, Herzaky Mahendra Putra, Merry Riana, dan Irjen Pol Arif Rachman. (Red/Rel).
Sumber: Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan

