Banda Aceh, Redaksisatu.Id.batubara – Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 dipusatkan di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, dengan mengusung tema “Siap untuk Selamat: Membangun Kesadaran, Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan dalam menghadapi Bencana”. Kegiatan ini kembali dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Hari Kesiapsiagaan Bencana diawali dengan aksi penanaman sebanyak 2.257 bibit pohon di sejumlah wilayah di Banda Aceh. Jenis pohon yang ditanam antara lain tabebuya, mangga, cemara laut, ketapang, dan jeumpa sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana berbasis lingkungan.
Penanaman pohon dilaksanakan pada Sabtu (25/04/2026) di kawasan Simpang Mesra, Kecamatan Syiah Kuala. Kegiatan ini dipimpin langsung Sekretaris Utama BNPB Dr. Rustian, S.Si., Apt., M.Kes., bersama Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal serta jajaran Forkopimda.

Dalam kesempatan tersebut, Rustian menyampaikan bahwa keberadaan vegetasi memiliki peran penting dalam mengurangi dampak bencana. Ia mencontohkan kejadian banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada November 2025, yang dampaknya dapat diminimalisir melalui keberadaan pepohonan.
Menurutnya, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk ikut menanam dan merawat pohon sebagai langkah nyata menjaga lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana.
Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menegaskan bahwa pengalaman masa lalu menunjukkan pentingnya keberadaan pohon dalam mengurangi dampak bencana. Ia mengingatkan peristiwa tsunami tahun 2004, di mana vegetasi mampu menjadi pelindung alami dari kuatnya arus gelombang.

Kegiatan penanaman pohon ini merupakan hasil kolaborasi antara BNPB, Pemerintah Kota Banda Aceh, Bank Danamon, Human Initiative, DMC Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, United Tractor, dan Caritas Germany.
Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah pejabat BNPB, termasuk Deputi Bidang Sistem dan Strategi, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pencegahan, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan, unsur pengarah, serta tenaga ahli.
Rangkaian Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 akan ditutup dengan simulasi evakuasi mandiri yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 10.00 waktu setempat. Simulasi ini akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, hingga masyarakat dan dunia usaha. (Red/Rel).
Sumber: BNPB RI

