Medan Coding Competition 2026 Resmi Digelar, Cetak Talenta Digital Kreatif

Medan, Redaksisatu.Id.batubara — Pemerintah Kota Medan melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) berkolaborasi dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Medan serta Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar Medan Coding Competition 2026. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi digital yang kreatif, inovatif, dan siap menghadapi perkembangan teknologi masa depan.

Ajang kompetisi tersebut resmi dibuka Ketua TP PKK Kota Medan, Airin Rico Tri Putra Bayu Waas, di Kampus UMSU, Sabtu (09/05/2026).

Dalam sambutannya, Airin yang juga menjabat Ketua Dekranasda Kota Medan menegaskan bahwa Medan Coding Competition merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Medan dalam membangun ekosistem talenta digital sejak usia dini hingga tingkat perguruan tinggi.

Menurutnya, coding tidak hanya mengajarkan teknologi, tetapi juga melatih generasi muda untuk berpikir kreatif dan mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat.

“Melalui coding, generasi muda tidak hanya belajar teknologi, tetapi juga belajar menciptakan solusi dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai 9 hingga 10 Mei 2026, diikuti ratusan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK hingga mahasiswa.

Berbagai kategori lomba dipertandingkan dalam kompetisi tersebut, di antaranya unplugged coding, scratch, robotik, e-sport, Internet of Things (IoT), hingga pengembangan aplikasi mobile.

Airin menjelaskan, kompetisi ini bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah, sekaligus mendorong lahirnya inovasi digital dari generasi muda Kota Medan.

Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai faktor utama kemajuan bangsa.

Di akhir sambutannya, Airin mengajak seluruh peserta untuk terus belajar, berani berinovasi, dan tidak takut memiliki mimpi besar demi masa depan yang lebih baik.

Sementara itu, Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd., menekankan pentingnya membangun pola pikir kritis generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI) dan coding, dengan tetap menjunjung nilai-nilai spiritual.

Menurutnya, UMSU saat ini tengah berproses menjadi kampus digital berkelas dunia melalui tahapan foundation, akselerasi, dan excellent. Saat ini UMSU berada pada tahap akselerasi dengan berbagai pengembangan teknologi internal berbasis AI dan chatbot.

Akrim juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan organisasi masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan digital yang inklusif.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan talenta digital, UMSU menyediakan beasiswa penuh Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FIKTI) bagi peserta SMA sederajat yang berhasil meraih prestasi terbaik dalam kompetisi tersebut.

Ia juga mengungkapkan bahwa UMSU bersama Kota Medan akan menjadi tuan rumah Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah tahun 2027 yang diharapkan menjadi momentum penguatan sumber daya manusia di era digital.

Di sisi lain, Ketua Panitia Medan Coding Competition 2026 Yoshida Sary mengatakan kegiatan ini lahir dari kepedulian terhadap masih terbatasnya akses dan kemampuan dasar coding di kalangan anak-anak.

Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha menjadi langkah penting dalam membekali generasi muda dengan keterampilan yang relevan di era teknologi.

“Kolaborasi ini menjadi bentuk kepedulian bersama untuk mempersiapkan generasi penerus yang memiliki kemampuan digital,” ujarnya.

Yoshida menambahkan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu membangun ekosistem digital yang inklusif di Kota Medan serta memberikan dampak ekonomi melalui keterlibatan pelaku UMKM selama acara berlangsung.

Antusiasme peserta terlihat tinggi dengan total 632 peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Tingkat SD kelas 1 hingga 3 diikuti 133 peserta, sedangkan kelas 4 hingga 6 sebanyak 158 peserta. Untuk tingkat SMP tercatat 166 peserta.

Sementara tingkat SMA/SMK terdiri dari kategori e-sport sebanyak 50 peserta dan robotik 28 peserta. Adapun tingkat mahasiswa meliputi lomba Internet of Things (IoT) yang diikuti 40 peserta serta lomba mobile apps dengan 57 peserta. (Sc).

Sumber: Dinas Kominfo Kota Medan.

 

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news