Serdang Bedagai, Redaksisatu.Id.batubara — Warga Pantai Cermin Tuntut Realisasi Pembangunan di Reses DPRD Sergai Masa Sidang II Tahun 2026 yang meliputi Daerah Pemilihan Perbaungan dan Pantai Cermin demi menampung aspirasi masyarakat. Dalam forum tersebut, warga mendesak pihak legislatif agar memperjuangkan realisasi bermacam usulan infrastruktur yang dinilai mandek sejak diajukan pada tahun 2025 lalu.
Reses Kelompok DPRD Sergai Masa Sidang II ini dipusatkan di Aula Kantor Desa Celawan, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, pada Selasa, 9 Juni 2026. Pertemuan ini menjadi wadah tatap muka langsung bagi warga yang ingin menuntut kepastian dari pemerintah daerah.
Kepala Dusun 3 Desa Celawan, Sutrisman, mengeluhkan kondisi jalan protokol desa menuju Dusun 3, Dusun 2, hingga Desa Ujung Rambung sepanjang 6.200 meter yang rusak parah. Meski tim Dinas PUTR Sergai sudah berulang kali melakukan pengukuran lapangan, proyek lanjutan pengaspalan pascabatas Dusun 4 tersebut belum kunjung dikerjakan.
Sutrisman juga mendesak dilakukannya pengerukan lumpur atau normalisasi pada Parit Kenal yang sudah mengalami pendangkalan hebat agar fungsi pembuangan air kembali lancar. Di sisi lain, ia mengapresiasi jajaran Polri yang mendirikan pos pengamanan di Dusun 9 dan 10, serta pihak TNI AD yang sukses membangun jembatan gantung penghubung menuju Desa Karang Anyar di Deli Serdang.
Keluhan senada dilontarkan oleh Umar selaku Kepala Dusun 12 Desa Celawan yang meminta perbaikan jalur transportasi penghubung menuju Desa Sukajadi di Kecamatan Perbaungan. Ia berharap pemerintah setidaknya bisa membangun jalan tersebut sepanjang 1 kilometer terlebih dahulu jika anggaran daerah sedang terbatas.

Sementara itu, Kepala Dusun 9 menitikberatkan usulannya pada sektor pengairan dengan meminta kelanjutan pembangunan jaringan irigasi dari Dusun 8. Sarana pengairan ini dipandang sangat darurat bagi kaum petani setempat yang kerap dilanda krisis pasokan air saban musim tanam tiba.
Seorang Penyuluh Pertanian bernama Sihotang memaparkan bahwa saat ini koordinasi mereka berada di bawah Kementerian Pertanian RI guna mendukung target swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Amran Sulaiman. Wilayah Desa Celawan dan Ujung Rambung seluas 323 hektar sejatinya telah menerima bantuan bibit padi sebanyak 8 ton 75 kilogram.
Kendati demikian, para petani lokal masih terhambat oleh minimnya ketersediaan mesin modern pemotong padi atau combine serta alat traktor pengolah tanah jenis rotary. Pengadaan kedua jenis mesin pertanian ini diharapkan bisa menjadi agenda prioritas pembangunan berikutnya.
Merespons rentetan keluhan tersebut, Anggota DPRD Sergai dari Fraksi Golkar, H. Syahlan Siregar, menerangkan bahwa reses merupakan kewajiban konstitusional legislator yang digelar tiga kali dalam setahun. Ia memastikan semua masukan dari warga sudah diinput ke dalam aplikasi Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) secara berjenjang.
Syahlan juga memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa saat ini postur keuangan negara banyak difokuskan untuk membiayai program nasional Makan Bergizi Gratis di bawah pemerintahan Presiden Prabowo. Walau tengah menghadapi efisiensi anggaran, pemerintah daerah diklaim tetap berupaya mencari celah agar pembangunan infrastruktur lokal tidak mandek.
Camat Pantai Cermin, Ferry Fernando Lubis, menaruh harapan tinggi agar momen reses ini bisa menjadi jembatan bagi terealisasinya program berskala prioritas di wilayah kerjanya. Kegiatan serap aspirasi ini dihadiri pula oleh jajaran anggota dewan seperti Sutrisno, Mangudut Hasugian, Darma Sutra, Zuhri Ahyar, Satumin, Suriadi, dan Meryanto alias Asom.
Hadir pula di lokasi Kepala Desa Celawan Tohadi, seluruh Kades se-Kecamatan Pantai Cermin, Sekretaris Dinas Pertanian Kusmin, Kabid Tanaman Pangan Chairul, serta Kabid P2P Dinas Kesehatan dr. Novrizal Lubis beserta ratusan perwakilan warga. (Rasum).

