Simalungun, Redaksisatu.Id.batubara — Akses transportasi di lingkungan Huta (Dusun) VI, Nagori (Desa) Partimbalan, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, kini telah mengalami perubahan total. Jalur transportasi kampung yang dahulunya hanya berupa tanah liat merah yang becek, sekarang sudah berubah menjadi fasilitas jalan yang bersih, rapi, serta mulus untuk dilewati oleh kendaraan warga.
Pembangunan jalan rabat beton Huta VI ini berhasil diwujudkan berkat peran aktif dan kepedulian dari Kepala Nagori Partimbalan, Dearma Saragih. Pimpinan desa tersebut mengambil kebijakan untuk membeton jalan kampung demi memberikan kemudahan bagi mobilitas warga yang ingin keluar masuk dari wilayah Huta VI.
Kepala Nagori Partimbalan, Dearma Saragih, saat ditemui oleh para wartawan di rumah kediamannya pada hari Selasa siang, 16 Juni 2026, membeberkan rincian data proyek tersebut. Pengerasan jalan dengan sistem semen beton ini didanai penuh oleh anggaran Dana Desa Tahun 2026 dengan total biaya sebesar Rp86.300.000,00. Jembatan ekonomi warga ini dibangun dengan ukuran panjang 103 meter, lebar 3 meter, serta ketebalan semen mencapai 15 sentimeter.

Dearma Saragih menerangkan bahwa kondisi fisik bangunan di lapangan saat ini berada dalam keadaan yang sangat bagus dan sudah dipergunakan secara aktif oleh warga sekitar. Pengerjaan proyek yang menerapkan sistem swakelola atau kerja gotong royong ini terbukti mampu menghadirkan sarana transportasi yang kokoh, layak, serta tidak terkesan kumuh seperti masa lalu.
Kepala Nagori juga memastikan bahwa warga Huta VI merasa sangat senang karena jalanan di depan rumah mereka tidak lagi berubah menjadi kubangan lumpur yang licin setiap kali musim hujan tiba. Di samping itu, Dearma Saragih juga menepis keras rumor atau tuduhan dari pihak luar yang menyebutkan bahwa kualitas bangunan semen tersebut sudah hancur padahal baru saja selesai dikerjakan.
Ia menyatakan keberatan atas tudingan miring tersebut dan menegaskan bahwa proyek yang mulai digarap sejak tanggal 10 Mei 2026 itu sama sekali tidak memiliki kerusakan. Pihak pemerintah desa mengaku sudah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan, dan hasilnya membuktikan bahwa spesifikasi panjang, lebar, maupun ketebalan beton sudah sesuai dengan aturan baku.
Rasa gembira juga diungkapkan oleh para penduduk setempat saat diwawancarai oleh pihak media pada Selasa sore, 16 Juni 2026. Warga merasa sangat puas karena jalur tanah merah yang dulu berdebu saat kemarau dan berlumpur saat hujan, kini sudah berganti menjadi jalan semen permanen yang bersih.
Seorang perwakilan warga bernama Rosmawati Br. Purba menyampaikan rasa hormat serta apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Nagori Dearma Saragih atas pembangunan jalan beton ini. Menurut penilaian Rosmawati, struktur bangunan jalan di lingkungannya itu masih utuh, sangat mulus, serta mempunyai daya tahan yang cukup kuat untuk menahan beban kendaraan.
Penilaian positif dari warga tersebut juga diperkuat oleh hasil peninjauan langsung yang dilakukan oleh awak media di lokasi Huta VI Nagori Partimbalan. Di sepanjang jalur sepanjang 103 meter tersebut, kondisi semen pembetonan jalan terpantau masih sangat kokoh, padat, dan belum ditemukan adanya retakan atau kerusakan fisik. (Redaksi).

