Sinergitas P4GN BNN RI Diperkuat Lewat Pertemuan Kepala BNN dengan Menko PMK untuk Proteksi Generasi Muda

Jakarta, Redaksisatu.Id.Batubara — Upaya memutus rantai peredaran dan penyalahgunaan barang haram di tingkat nasional terus digencarkan secara masif. Langkah nyata ini diwujudkan lewat jalinan kerja sama terpadu antarlembaga tinggi negara demi menjaga masa depan anak-anak bangsa.

Sinergitas P4GN BNN RI menjadi topik utama dalam pertemuan penting antara Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto dengan Menko PMK Pratikno. Pertemuan tingkat tinggi ini dilaksanakan secara langsung di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, pada hari Kamis, 16 Juli 2026.

Dalam forum diskusi tersebut, pihak BNN memaparkan data resmi mengenai kondisi penyalahgunaan narkoba di dalam negeri berdasarkan hasil riset nasional tahun 2025. Tercatat angka penyalahgunaan zat terlarang di Indonesia menyentuh angka 2,11 persen atau dialami sekitar 4,15 juta orang.

Sinergitas P4GN BNN RI ini juga membahas tentang ketakutan warga untuk menjalani pengobatan atau rehabilitasi karena adanya pandangan negatif atau stigma buruk dari lingkungan sekitar. Kendala ini menjadi pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan lewat program pencegahan secara terpadu.

lew

Pihak BNN mengenalkan program andalan bernama Gerakan Nasional ANANDA BERSINAR yang memprioritaskan tindakan pencegahan serta bimbingan ramah pada anak sejak usia dini. Gerakan ini melibatkan lingkungan keluarga, sekolah, serta pemanfaatan media sosial secara maksimal.

Suyudi Ario Seto menjelaskan beberapa bentuk kerja sama yang sudah berjalan bersama kementerian lain. Program tersebut meliputi perlindungan anak bersama Kementerian PPPA, pemanfaatan data dengan Kementerian Kependudukan, program pesantren dengan Kemenag, serta program desa bersih dengan Kemendes.

Pertemuan ini juga menyoroti taktik baru para pengedar narkoba yang kian rumit, salah satunya menyelundupkan racun dunia lewat cairan vape atau rokok elektrik. Menko PMK Pratikno berjanji akan segera mengatur regulasi ketat mengenai peredaran rokok elektrik tersebut bersama kementerian terkait.

Menko PMK menyatakan dukungan penuh untuk membantu menyebarkan edukasi anti narkotika ke seluruh pelosok daerah di Indonesia. Kekompakan instansi ini diharapkan mampu membentuk karakter warga yang produktif, sehat, serta bersih dari pengaruh narkoba. (Red/Rel).

Sumber: Biro Humas dan Protokol BNN

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news