Medan, Redaksisatu.Id.batubara — Komitmen transparan dan objektif terus ditegaskan oleh jajaran pimpinan militer dalam proses rekrutmen prajurit baru. Langkah ini dibuktikan melalui pengawasan ketat terhadap ribuan pemuda yang melamar menjadi tentara.
Panglima Kodam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa memimpin langsung Sidang Penentuan Akhir atau Pantukhir. Agenda ini merupakan bagian dari Penerimaan Calon Tamtama Prajurit Karier atau Cata PK TNI AD Gelombang III Tahun Anggaran 2026.
Tahapan seleksi tingkat Subpanpus Kodam I/BB ini dipusatkan di Lapangan Jenderal Soedirman Rindam I/BB. Kegiatan pemeriksaan akhir para calon prajurit diselenggarakan secara resmi pada Senin, 21 September 2026.
Tercatat sebanyak 2.171 calon peserta mengikuti prosesi Sidang Pantukhir dengan disiplin tinggi. Tahapan ini menjadi pintu krusial sebelum para pemuda melangkah ke Sidang Pantukhir tingkat Panitia Pusat atau Panpus TNI AD.
Rangkaian acara diawali dengan penyampaian laporan resmi dari Sekretaris II kepada Pangdam I/BB selaku Ketua Sidang. Acara dilanjutkan dengan pemaparan detail mengenai seluruh hasil pelaksanaan seleksi para peserta.

Paparan data tersebut dijadikan dasar utama untuk menentukan calon-calon terbaik. Para pemuda yang terpilih nantinya akan diusulkan untuk mengikuti seleksi lanjutan di tingkat pusat.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam I/BB membacakan amanat tertulis dari Aspers Kasad Mayjen TNI I Wayan Suarjana. Pangdam menyampaikan bahwa TNI AD kini memasuki tahun kedua pembentukan Satuan TP tahap VI.
Pemenuhan kebutuhan personel pada era ini harus didukung penuh oleh sistem rekrutmen yang bersih. Proses penerimaan prajurit dituntut untuk senantiasa berjalan secara transparan dan berbasis teknologi modern.
Peningkatan sistem rekrutmen dilakukan secara masif melalui pemanfaatan teknologi digitalisasi data secara terpadu. Hasil pemeriksaan administrasi, kesehatan, jasmani, serta penelitian personel diunggah langsung ke server Panpus.
Sektor pengujian mental dan psikologi calon prajurit kini menggunakan sistem Computer Assisted Test atau CAT. Seluruh peserta mengerjakan tes psikologi berbasis komputer untuk menjamin keakuratan nilai secara langsung.
Penerapan teknologi modern ini ditempuh untuk mendukung proses seleksi yang benar-benar objektif. Langkah ini memastikan bahwa seluruh tahapan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka dan akurat.
Mayjen TNI Hendy Antariksa menegaskan secara berulang bahwa seluruh proses penerimaan prajurit TNI AD dilaksanakan gratis. Panitia tidak memungut biaya dalam bentuk apa pun dari para calon maupun keluarga.
Pangdam mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah mempercayai oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Warga diminta mengabaikan pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang maupun barang.
Kelulusan setiap peserta murni ditentukan oleh kemampuan, fisik, serta hasil kerja keras masing-masing calon. Mekanisme pengumuman wajib dilakukan secara cermat guna menghindari kesalahan penulisan data peserta.

Pengumuman hasil seleksi dipastikan sesuai dengan keputusan resmi yang dikeluarkan secara sah oleh Panpus. Keakuratan data menjadi perhatian utama panitia dalam menjaga keabsahan status peserta.
Pangdam mengingatkan bahwasanya hasil dari Sidang Pantukhir tingkat Subpanpus ini belum bersifat final. Para peserta masih harus melewati tahap sidang verifikasi lanjutan di tingkat Panitia Pusat.
Sidang tingkat pusat nantinya bakal dikawal langsung oleh pengawas dari Itjenad dan para Wakil Ketua Tim Rik/Uji Panpus. Tim Pengamanan dari Sintelad turut diterjunkan sebagai pengawas akhir rekrutmen.
Seluruh panitia seleksi diperintahkan untuk memegang teguh kerahasiaan hasil persidangan. Para petugas diminta menjalankan setiap tahapan seleksi dengan penuh kejujuran, dedikasi, serta profesionalisme tinggi.
Kegiatan persidangan ini turut dihadiri secara langsung oleh Danrindam I/BB bersama Wakil Ketua dan Pawas. Sekretaris, Katim Rik/Uji, serta pejabat utama Rindam I/BB ikut mengawal jalannya acara hingga selesai. (F).
Sumber: Pendam I/BB.

