Tapanuli Utara l Redaksisatu.Id.batubara
Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Lumbantoruan, M.Eng., memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) bersama sejumlah NGO Lingkungan di Aula UPTD KPH Wilayah XII Tarutung, Kamis (18/9/2025). Pertemuan tersebut digelar sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dengan organisasi masyarakat sipil yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan serta pembangunan berkelanjutan di kawasan Batang Toru dan sekitarnya.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada para NGO yang telah hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Rakor itu. Ia menegaskan bahwa keberadaan NGO memiliki peran penting dalam mendukung upaya pemerintah menjaga kelestarian hutan dan ekosistem di Tapanuli Utara.
“Kami berterima kasih atas komitmen NGO dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara membuka pintu selebar-lebarnya untuk menjalin komunikasi, koordinasi, serta kerja sama yang berkesinambungan,” ujar Deni.
Wabup juga menyoroti pentingnya identitas kelembagaan NGO. Menurutnya, penggunaan nama “NGO Batang Toru” sebaiknya dipertimbangkan untuk diganti menjadi “NGO Harangan Tapanuli”. Hal ini mengingat sekitar 60 persen wilayah Tapanuli Utara merupakan kawasan hutan yang harus dijaga bersama, sehingga penamaan tersebut diharapkan lebih merepresentasikan kepentingan ekologis daerah.
Selain itu, Deni memaparkan rencana strategis Pemkab Taput dalam mendorong pengembangan potensi lokal, salah satunya budidaya durian sebagai komoditas unggulan. Beliau menekankan bahwa program ini akan difasilitasi bagi para investor, namun tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dan perlindungan lingkungan.
“Kolaborasi yang kita bangun bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan Tapanuli Utara yang hijau, produktif, dan lestari. Program pengembangan potensi daerah harus berjalan seiring dengan upaya menjaga keseimbangan ekosistem,” tegasnya.
Rakor ini menjadi momentum penting untuk mempererat kerja sama lintas sektor antara pemerintah, NGO, dan masyarakat. Harapannya, melalui sinergi ini, Tapanuli Utara dapat mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya menyejahterakan masyarakat, tetapi juga melestarikan warisan alam bagi generasi mendatang. (Red/Rel).

